Su Tseng-chang: Taiwan Tidak Perlu Menerapkan Prosedur Lockdown

35
Su Tseng-chang: Taiwan Tidak Perlu Menerapkan Prosedur Lockdown

(Taiwan, ROC) — Di tengah memanasnya wabah COVID-19, pihak luar terus mempertanyakan kemungkinan Taiwan untuk mendeklarasikan "lockdown". Menanggapi hal ini, Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) menyampaikan, warga Taiwan memiliki rasa kewaspadaan yang tinggi, sehingga tidak perlu memberlakukan status "lockdown". Namun demikian, Beliau juga meminta kepada khalayak luas untuk terus menerapkan manajemen diri dengan baik, guna mengurangi angka penularan pandemi COVID-19.

Epidemi pneumonia terus berkecamuk, beberapa negara di Benua Eropa dan Amerika pun mulai mengumumkan untuk menerapkan prosedur "lockdown". Saat ditemui di Yuan Legislatif pada tanggal 24 Maret 2020, Perdana Menteri Su Tseng-chang menuturkan, Taiwan tidak perlu menerapkan hal serupa, dikarenakan kewaspadaan warganya terbilang tinggi.

Perdana Menteri menambahkan Ketua Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) telah meminta kepada seluruh warga untuk lebih ketat menerapkan manajemen pengawasan diri, apalagi saat ini banyak masyarakat Taiwan yang berbondong-bondong pulang ke tanah air.

Su Tseng-chang mengatakan, "Oleh karena itu, dalam kesempatan ini saya ingin mengimbau kepada seluruh warga Taiwan, untuk saat ini tidak perlu menerapkan prosedur 'lockdown", meski demikian kita semua harus menerapkan manajemen pengawasan diri sendiri dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian, kita dapat mengurangi kemungkinan tertular."

Perihal dengan keraguan khalayak luas dengan semakin berkurangnya kasus warga di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang positif terinfeksi COVID-19, Perdana Menteri menyampaikan epidemi menyebar tanpa membedakan status kewarganegaraan. Jika pihak RRT tidak berusaha menyembunyikan fakta-fakta yang ada dan memperingatkan dunia lebih awal, maka keadaan yang terjadi tidak akan separah saat ini.

Perdana Menteri mengatakan, "Taiwan memiliki pengalaman melawan penyebaran virus SARS sebelumnya. Masyarakat pun telah bersatu dan berhasil melewati serangan gelombang pertama. Namun demikian, serangan berikutnya akan lebih kuat, kita harus meningkatkan kewaspadaan kita. Saya harap, warga Taiwan dapat saling memahami dan membantu. Kita tidak hanya harus mencegah penyebaran epidemi dan mengurangi dampak bencana, tetapi juga harus membagi pengalaman kita dengan dunia internasional. Saya berharap wabah yang kini terus meluas hingga ke kawasan lainnya di dunia, dapat segera teratasi."

Di samping itu, perihal kemungkinan penambahan jumlah subsidi dana bantuan, Su Tseng-chang menyampaikan, setiap instansi kementerian akan menggelar rapat guna membahas program revitalisasi. Pemerintah akan berupaya sekeras mungkin menyelamatkan sektor bisnis dan perindustrian dalam negeri yang terkena dampak COVID-19.

Indeks Berita:RTI
Editor:尤繼富
Source