Produksi Masker Capai 15 Juta, Menko: Juga Pertimbangkan Kebutuhan N95

23
foto: antrian masyarakat membeli masker mulut

(Taiwan, ROC) — Seiring dengan meningkatnya produksi masker mulut medis dalam negeri Taiwan, pemerintah pada tanggal 9 April mulai memberlakukan warga dapat membeli 9 lembar masker dewasa dan 10 lembar masker anak-anak per dua minggu. Menteri Ekonomi, Shen Jong-chin pada hari Senin (6/4) dalam rapat Yuan Legislatif ketika diwawancarai mengemukakan, pekan ini jumlah produksi yang dapat mencapai 15 juta lembar.

Saat media menanyakan apakah akan meningkatkan lagi hingga 20 juta lembar, Shen jong-chin menyampaikan, bahan meltblown nonwoven yang ada dapat memproduksi hingga 20 juta lembar, tetapi masih ada kebutuhan masker mulut N95 yang membutuhkan bahan meltblown nonwoven 4 kali lipat lebih banyak dari pembuatan masker mulut medis, untuk itu pemerintah akan mempertimbangkan terlebih dulu.

Shen Jong-chin mengatakan, “Untuk itu kami akan senantiasa melihat situasi bahan meltblown, karena untuk memproduksi 15 juta masker mulut medis biasa sudah pasti tidak ada masalah, kami mempertimbangkan masker N95, apabila kebutuhan masker N95 lebih besar maka akan mengurangi produksi masker mulut medis biasa.”

Mengenai rencana Kementerian Ekonomi mengeluarkan kupon diskon untuk merangsang masyarakat berkonsumnsi, Shen Jong-chin menegaskan, rencananya akan diberikan pada setiap orang yang menggunakan pembayaran elektronik, dengan potongan paling banyak sebesar NT$1.000, selain itu juga memberikan potongan tambahan bagi kaum lansia 65 tahun ke atas, berharap dengan adanya pemberian potongan dapat mengerakkan masyarakat untuk berkonsumsi. Dari pemerintah akan memberikan diskon 25% sementera dari pihak perusahaan layanan penyedia keuangan digital juga dapat memberikan diskon tambahan agar dapat mendongkrak permintaan konsumen 10 kali lipat. Terkait kapan akan diberlakukan? Shen Jong-chin mengemukakan bahwa beberapa hari ini situasi wabah masih memanas, diharapkan setelah situasi wabah membaik baru akan mulai diberlakukan. 

Namun, kupon diskon tidak dapat digunakan di toko waralaba, toko elektronik, jasa kurir dan lainnya yang malah mendapat keuntungan dari situasi pandemi, yang mana sebenarnya toko-toko atau layanan-layanan seperti itu yang paling sering menggunakan pembayaran elektronik, Wakil Menteri Ekonomi, Lin Quan-neng merespon, tujuan utama diberlakukan fasilitas ini adalah untuk membantu pengusaha eceran dan makanan yang mendapat hantaman besar akibat pandemi.

Indeks Berita:RTI
Editor:鄭蕙玲
Source