Masalah Keamanan Data, Pemerintah Melarang Penggunaan Aplikasi ZOOM

57
Masalah Keamanan Data, Pemerintah Melarang Penggunaan Aplikasi ZOOM

(Taiwan, ROC) — Beberapa instansi pendidikan dan perkantoran mulai menerapkan langkah penggunaan “video-conference”, guna menekan kemungkinan penyebaran virus korona. Namun demikian, salah satu penyedia perangkat lunak jasa tersebut, ZOOM, dikabarkan mengalami kebocoran keamanan data pengguna. Menanggapi hal tersebut, Satgas Keamanan Komunikasi dan Informasi Nasional (NICST) yang berada di bawah naungan Yuan Eksekutif menyampaikan, bahwa pihak mereka telah merilis peringatan ke lembaga publik dan non-publik untuk tidak menggunakan ZOOM dalam melangsungkan telekonferensi.

NICST menyampaikan, di tengah merebaknya situasi penyebaran wabah COVID-19, berbagai lembaga publik dan non-publik di Taiwan mulai menggunakan aplikasi penyedia jasa “video-conference” dalam beraktivitas. Meski demikian, NICST mengimbau seluruh pihak untuk menangguhkan penggunaan aplikasi ZOOM, yang baru-baru ini dikabarkan telah diretas oleh pihak tertentu.

NICST melanjutkan pihak mereka juga tengah mengevaluasi keamanan data yang disediakan oleh para pengembang lainnya. Potensi penggunaan aplikasi yang disediakan oleh pengembang internasional di dalam negeri sangatlah besar, misal Google dan Microsoft, mengingat mereka menyediakan jasa “video-conference” secara cuma-cuma.

NICST mengingatkan kepada seluruh lembaga publik dan non-publik untuk senantiasa mengimplementasikan ketentuan relevan, seperti yang tertuang dalam “UU Manajemen Keamanan Informasi”, terutama saat sedang melangsungkan telekonferensi.

Kepala NICST yang juga menjabat Wakil Perdana Menteri, Chen Chi-mai (陳其邁) menyampaikan, menilik dari ketentuan yang ada, seluruh lembaga dilarang menggunakan aplikasi yang diduga memiliki masalah keamanan data. Di samping itu, juga telah ditetapkan pengutamaan penggunaan produk yang sebelumnya telah menandatangani kerja sama dengan pemerintah.

Indeks Berita:RTI
Editor:尤繼富
Source