Wacana Menangguhkan Libur Hari Buruh? PM: Warga harus Lebih Disiplin

63
Wacana Menangguhkan Libur Hari Buruh? PM: Warga harus Lebih Disiplin

(Taiwan, ROC) — Selama masa liburan nasional memperingati Festival Qingming, kerumunan warga Taiwan diketahui membanjiri objek-objek wisata di dalam negeri. Banyak pihak yang mencemaskan bahwa hal ini akan menjadi celah dalam penyebaran epidemi, apalagi banyak dari mereka yang tidak menjalani prosedur “social distancing”. Saat ini, beberapa pihak mulai mempertanyakan kemungkinan pemerintah Taiwan untuk membatalkan hari libur memperingati Hari Buruh 1 Mei mendatang.

Saat menghadiri rapat interpelasi di Yuan Legislatif, Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) menyampaikan, untuk saat ini Yuan Eksekutif tidak ada wacana untuk menangguhkan hari libur 1 Mei 2020 mendatang. Namun, jika situasi epidemi di dalam negeri semakin memburuk dan sikap masyarakat masih “membandel”, maka pemerintah akan menerapkan langkah antisipasi yang relevan. PM menyampaikan, langkah perlindungan diri warga Taiwan dalam memerangi virus korona telah mendapat pengakuan dari komunitas dunia. Beliau juga mengimbau kepada warga untuk senantiasa berada di rumah ketika hari libur. Dengan demikian, dapat mengurangi kemungkinan diri sendiri dan anggota keluarga tertular COVID-19.

Su Tseng-chang mengatakan, “Jika warga tidak disiplin dan menyebabkan situasi epidemi di dalam negeri semakin meluas, maka pemerintah akan menerapkan langkah antisipasi yang relevan. Hingga saat ini, saya percaya perilaku warga Taiwan dalam memerangi penyebaran virus, masih mendapat pengakuan dari komunitas dunia. Kami berharap seluruh warga Taiwan untuk lebih disiplin dan bersama-sama memerangi wabah ini.”

Selama masa liburan memperingati Festival Qingming, warga Taiwan diketahui membanjiri kawasan-kawasan wisata di dalam negeri. Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) juga telah menyebarkan peringatan melalui pesan singkat (SMS) yang mencantumkan 11 objek wisata tersebut. Di samping itu, CECC juga mengimbau untuk senantiasa menerapkan prosedur “social distancing” dan melarang mengunjungi Kenting untuk sementara waktu. Walikota Tainan, Huang, Wei-Che (黃偉哲), menyampaikan keluhannya atas 3 wilayahnya yang disertakan dalam daftar CECC tersebut. Ia menyampaikan jumlah wisatawan yang berkunjung kesana tidak sebanyak yang diperkirakan. PM Su Tseng-chang pun menyampaikan, dari video yang beredar dapat terlihat bahwa kerumunan orang memang benar terjadi dan kebanyakan dari mereka tidak “menjaga jarak” dan bahkan tanpa mengenakan masker mulut. Beliau menambahkan otoritas pusat akan mengambil langkah serius dalam menghadapi berbagai kemungkinan celah penyebaran virus.

Peluncuran program revitalisasi ekonomi 2.0 oleh Yuan Eksekutif mendatangkan keraguan dari anggota legislator partai oposisi. Sebaliknya, mereka lebih menyarankan pemerintah untuk menerapkan pembagian uang tunai. Menanggapi hal tersebut, PM  Su Tseng-chang menyampaikan, sebelumnya Taiwan pernah menerapkan cara yang sama, namun sayangnya langkah tersebut dinilai tidak efektif. Belajar dari pengalaman sebelumnya, pemerintah tidak akan menerapkan kebijakan tersebut dan akan mencanangkan ketetapan yang lebih spesifik. Melalui program revitalisasi 2.0 tersebut, diharapkan dapat menstimulus daya beli masyarakat. Pemberian subsidi berupa uang tunai dinilai tidak efektif, mengingat kebiasaan warga Taiwan yang gemar menabung. Beliau berharap program bantuan yang dipromosikan dapat membuat kemauan dan daya beli masyarakat menjadi meningkat.

Indeks Berita:RTI
Editor:尤繼富
Source