Presiden Tsai Ing-wen: Taiwan Harus Bergabung WHO Baru Benar-Benar Dapat Bantu Negara Lain

31
Presiden Tsai Ing-wen: Taiwan Harus Bergabung WHO Baru Benar-Benar Dapat Bantu Negara Lain

(Taiwan, ROC) – Banyak masyarakat Taiwan yang menggalang dana untuk memuat iklan di media New York Post, yang menyebutkan jika selama ini Taiwan dikucilkan dari WHO dan termarginalisasikan dari dunia internasional. Berkenaan dengan hal ini, WHO juga segera memberikan tanggaopannya sebanyak 13 butir, dan menekankan bahwa selama sepuluh tahun terakhir ini, pihak WHO selalu menjalin hubungan komunikasi dan interaksi pertukaran dengan instansi kesehatan terkait di Taiwan.

     

Presiden Tsai Ing-wen pada hari Kamis tanggal 16 April mengunjungi Kementerian Ketenagakerjaan guna membahas program “Bimbingan pelatihan dan kembali berkarya”, saat diwawancara oleh media menyampaikan bahwa dalam periode terakhir ini banyak negara yang berdiri untuk menyatakan dukungan kepada Taiwan dalam hal keikutsertaan di organisasi kesehatan sedunia tersebut, termasuk hadir dalam Sidang Majelis WHA. Hal ini dikarenakan, jika selama masa pandemi ini, melihat Taiwan yang meskipun dikucilkan, akan tetapi justru memiliki kekuatan dalam hal menjaga pertahanan kesehatan nasional, serta turut memberikan kontribusi bagi dunia. Presiden Tsai Ing-wen menegaskan bahwa Taiwan yang kini tengah mengandalkan diri sendiri dalam tugas pencegahan penularan pandemi, jika dapat secara total ikut bergabung dengan WHO, maka tugas penanganan akan lebih efektif, sempurna dan juga benar-benar dapat membantu negara yang lain.

     

Berkenaan dengan 13 butir pernyataan yang disampaikan oleh WHO, Presiden Tsai Ing-wen berpendapat bahwa keberadaan Taiwan tidaklah secara total, hanya malah melihat kondisi dan jenis isu yang tengah dibahas, barulah memutuskan apakah hendak mengikutsertakan Taiwan atau tidak, dan hal ini bukanlah hal yang layak diterima oleh Taiwan. Sembari menggunakan data statistik yang dimiliki oleh Kementerian Luar Negeri, Presiden Tsai Ing-wen menjelaskan bahwa dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini, Taiwan telah mengajukan sebanyak 187 isu dan meminta petunjuk dari para pakar ahli yang ada, namun 70% darinya justru ditolak. Presiden Tsai Ing-wen menegaskan bahwa Taiwan berkeinginan untuk dapat turut serta di dalam WHO secara lengkap dan keseluruhan.

     

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Yang seharusnya kita dapatkan adalah sebuah kelengkapan secara keseluruhan dalam hal keikutsertaan, kita bisa menggunakan sepasang mata kita untuk melakukan interaksi dengan WHO, kita juga bisa memberikan kontribusi, kita dapat memberikan data informasi yang diinginkan oleh WHO, dan juga bersedia berbagi informasi Taiwan dengan negara-negara lainnya. Yang sama adalah, kita juga mengharapkan bisa memperoleh data informasi secara lengkap dari WHO.”

     

Sehubungan dengan pers release yang diluncurkan oleh Gedung Putih Amerika Serikat, dan menyebutkan jika pada tanggal 31 Desember tahun lalu telah ada laporan jika virus bisa ditularkan antar sesama manusia, dan telah memberikan informasi terkait kepada WHO, mengharapkan pihak WHO dapat memperhatikannya, dan sekaligus memberikan informasi terkait tentang Taiwan. Namun sayangnya, hal tersebut tidak mendapatkan perhatian, sehingga pada akhirnya seluruh dunia harus menderita dan kekurangan informasi di tahap awal berkenaan dengan pandemi COVID-19.

Indeks Berita:RTI
Editor:曾秀情
Source