Presiden Tsai Ing-wen akan Memberikan Pidato dalam KTT Demokrasi Kopenhagen

60
Presiden Tsai Ing-wen akan Memberikan Pidato dalam KTT Demokrasi Kopenhagen

(Taiwan, ROC) — Presiden Tsai Ing-wen akan memberikan presentasi melalui video konferensi dalam perhelatan KTT Demokrasi Kopenhagen pada tanggal 18 Juni 2020. Mantan Perdana Menteri Denmark, Anders Fogh Rasmussen menyampaikan, kehadiran Presiden Tsai Ing-wen dalam KTT tersebut merupakan bukti bahwa Taiwan merupakan negara yang demokrasi. Di samping itu, Beliau juga menyampaikan, bahwa negara-negara demokratis dunia seharusnya bersatu untuk menghadapi penindasan Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Anders Fogh Rasmussen adalah mantan Perdana Menteri Denmark, yang juga pernah menjabat sebagai Sekjen NATO. Pada tahun 2007 silam, ia mendirikan Aliansi Demokrasi di Kopenhagen, dengan tujuan untuk menghubungkan seluruh potensi dari negara-negara demokrasi. Dalam perhelatan KTT Demokrasi Kopenhagen tahun 2019, Menteri Luar Negeri Wu Jau-shieh (吳釗燮), untuk pertama kalinya diundang hadir dan dipersilakan membagikan kisah sukses Taiwan kepada negara-negara anggota.

Untuk perhelatan KTT Demokrasi Kopenhagen tahun ini akan digelar pada tanggal 18 Juni hingga 19 Juni 2020. Mengingat wabah pandemi COVID-19 yang hingga hari ini belum menemukan titik terang, membuat perhelatan harus berlangsung melalui video konferensi. Beberapa tokoh penting dunia dijadwalkan akan memberikan pidato mereka, meliputi Presiden R.O.C – Tsai Ing-wen, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat – Mike Pompeo, Wakil Ketua Komisi Uni Eropa – Vera Jourova dan Sekjen Partai Demosistō Hong Kong – Wong Chi-fung (黃之鋒).

Kehadiran Presiden Tsai Ing-wen dalam KTT tersebut juga mendatangkan perhatian dari petinggi politik setempat. Dalam sebuah wawancara di media televisi setempat, Anders Fogh Rasmussen menyampaikan, undangan yang ia berikan kepada Tsai Ing-wen sebagai bentuk apresiasi kepada Presiden terpilih ke-7 tersebut, yang berhasil memenangkan sebagian suara di Taiwan. Apalagi keberhasilan Taiwan dalam menanggulangi penularan epidemi telah mendapatkan pujian dari banyak negara. Ketika ditanya, apakah kehadiran Taiwan dalam KTT tersebut dapat menyinggung pihak RRT, Anders Fogh Rasmussen menjawab, negara-negara demokratis harus berpegang teguh pada konsep demokrasi dan prinsip kebebasan berekspresi. Menggelar pertemuan guna membahas isu-isu aktual saat ini merupakan bentuk kerja sama yang seharusnya tidak dipandang negatif oleh pihak Negeri Tirai Bambu.

Pada tanggal 15 Juni 2020, media Denmark, Politiken mengritisi pertemuan KTT Demokrasi Kopenhagen, yang dinilai akan merenggangkan hubungan antar Denmark dengan RRT. Pendiri wadah pemikir Center for China and Globalization, Wang Hui-yao (王輝耀) memperingatkan, bahwa pertemuan ini akan melanggar prinsip “Satu Tiongkok” dan akan membuat pihak RRT “tidak senang”. Namun demikian, Menteri Luar Negeri Denmark dengan lugas membantah dan menyampaikan, jika kebebasan berbicara atau berkumpul merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi Denmark. Sebagai Menteri Luar Negeri yang mewakili otoritas resmi Denmark, dirinya tidak mau ikut campur dengan pertemuan yang diselenggarakan oleh sektor swasta.

Beliau juga menyampaikan, hingga kini otoritas Denmark masih menganut kebijakan Satu Tiongkok.

Indeks Berita:RTI
Editor:尤繼富
Source