Tulisan Menlu Joseph Wu di Media Gript Irlandia

50
Tulisan Menlu Joseph Wu di Media Gript Irlandia

(Taiwan, ROC) — Pada tanggal 24 Agustus 2020, artikel yang ditulis oleh Menteri Luar Negeri Republik Tiongok (ROC), Joseph Wu (吳釗燮) diterbitkan di media Irlandia, yaitu Gript. Dalam artikel tersebut, Joseph Wu menyampaikan, dengan dikesampingkannya Taiwan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), maka dapat merugikan komunitas dunia.

Artikel yang diterbitkan tersebut, diberi judul “Taiwan's exclusion from the UN hurts us all”. Joseph Wu menjelaskan bahwa warga dunia tengah menghadapi krisis kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kecamuk virus korona telah merubah seluruh tatanan kehidupan manusia di berbagai tingkatan.

Menlu Joseph Wu melanjutkan, penandatanganan piagam PBB akan genap berusia 75 tahun pada tahun 2020 ini. Gagasan utama dari multilateralisme inklusif merupakan kebutuhan yang mendesak dunia saat ini.

Komunitas internasional harus menggalang kerja sama yang lebih erat, guna membangun masa depan yang berkelanjutan. Yang mana hal tersebut merupakan tujuan yang juga ingin dicapai oleh PBB.

“Taiwan telah siap, dan mampu berpartisipasi mewujudkan upaya ini bersama-sama”

Politisi yang pernah mengenyam pendidikan di The Ohio State University tersebut melanjutkan, hingga hari ini hanya ada 7 kasus kematian COVID-19 di Taiwan. Jumlah warga yang positif terpapar COVID-19 di Taiwan berjumlah kurang dari 500 orang.

Taiwan juga berhasil mengendalikan penularan epidemi dan menjadi salah satu negara yang tidak menerapkan prosedur lockdown. Institusi pendidikan hanya menangguhkan kegiatan belajar mengajar mereka selama 2 hari. Pertandingan bisbol juga telah berlangsung pada bulan Juni silam. Puluhan ribu penonton memadati stadion dimana pertandingan berlangsung.

Prestasi tersebut dapat dicapai Taiwan, karena respons cepat dan transparansi informasi pemerintah setempat.

Menlu Joseph Wu melanjutkan, persediaan masker medis dalam negeri mampu dikontrol dengan baik. Otoritas Taiwan pun telah mengerahkan bantuannya untuk membantu komunitas dunia.

Hingga akhir bulan Juni, Taiwan berhasil menyumbangkan 51 juta masker medis, 1.16 juta masker N-95 dab 60.000 pakaian pelindung; kepada lebih dari 80 negara di dunia. Di saat yang sama, pemerintah Taiwan juga telah mengembangkan investasinya di sektor pemroduksian alat tes, obat-obatan dan vaksin COVID-19.

Joseph Wu mengemukakan, di tengah genapnya “Deklarasi PBB” ke-75, seluruh pihak setuju jika persatuan global menjadi faktor utama yang dapat memberantas pandemi COVID-19.

Dalam pertemuan tingkat tinggi Dewan Ekonomi dan Sosial PBB tahun ini, Sekjen António Guterres menyampaikan, bahwa penerapan multilateralisme yang inklusif dapat mempercepat pemulihan dunia, serta mewujudkan tujuan pembangunan yang berkelanjutan.

Joseph Wu menuliskan, dirinya sangat setuju dengan pernyataan Sekjen António Guterres tersebut. Dirinya juga mengingatkan bahwa dengan mengesampingkan Taiwan hanya akan menekan nilai demokrasi itu sendiri. Apalagi Taiwan merupakan salah satu negara yang berhasil mengendalikan epidemi COVID-19 kali ini. Dirinya juga mendesak warga dunia untuk segera mewujudkan cita-cita piagam PBB, dengan melindungi Hak Asasi Manusia dan kebebasan semua orang. PBB juga harus memperlihatkan prinsip-prinsip dasar universalitas dan kesetaraan serta membuka tangan bagi partisipasi Taiwan.

Indeks Berita:RTI
Editor:尤繼富
Source