Dukungan Taiwan Berpartisipasi dalam WHO Meningkat,  Kementerian Luar Negeri: Langkah Demi Langkah Berjuang Mencapai Tujuan

60
挺我參與WHO聲量擴大 外交部:一步一腳印力爭達標

(Taiwan, ROC) Sejak dimulainya kembali Majelis Kesehatan Dunia (WHA) hingga saat ini negara-negara yang telah memberikan suaranya bagi Taiwan ada Nauru, Palau, Tuvalu, Kepulauan Marshall, Eswatini, Belize, Honduras, Nikaragua, Saint Kitts and Nevis, Guatemala, Haiti, dan negara-negara sahabat lainnya. Mengenai Paraguay yang tidak menyebut Taiwan pada pertemuan ini, media mempertanyakan ketidakstabilan hubungan diplomatik antara Taiwan dan Paraguay. Kementerian Luar Negeri pada hari Jumat (13/11) mengemukakan Paraguay dan Taiwan memiliki hubungan yang stabil dan bersahabat, serta telah lama mendukung partisipasi Taiwan dalam organisasi internasional. Pemerintah Taiwan sangat menghormati dan mengucapkan terima kasih atas dukungan negara sahabat dengan beragam cara agar Taiwan dapat berpartisipasi dalam organisasi internasional.

Selain itu, Amerika Serikat, Australia, dan negara-negara lain yang memiliki pemikiran serupa telah menyatakan dukungannya kepada Taiwan. Direktur Kantor Urusan Global Departemen Kesehatan AS, Garret Grigsby mengemukakan, “Taiwan telah mencapai hasil yang luar biasa dalam memerangi wabah pandemi COVID-19. Memahami bagaimana mereka mencegah epidemi, sangat membantu negara-negara anggota yang saat ini sedang menghadapi gelombang baru COVID-19. Oleh karena itu, tidak membiarkan Taiwan ikut serta dalam Sidang Majelis Kesehatan Dunia sebagai pengamat hanya akan memiliki efek kontraproduktif.”

Selain banyaknya negara yang menyatakan dukungannya atas Taiwan di Sidang WHA, Kementerian Luar Negeri membeberkan, bahwa tuntutan sah kami telah mendapat dukungan yang semakin meningkat di seluruh dunia, termasuk baru-baru ini lebih dari 1.700 anggota parlemen di Eropa, Amerika Serikat, Amerika Latin, dan kawasan Asia-Pasifik, mendukung Taiwan untuk berpartisipasi dalam organisasi internasional.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Joanne Ou mengatakan: “WHO masih menolak untuk mengundang Taiwan ikut berpartisipasi dalam WHA yang didasari oleh pertimbangan politik, hal ini tidak hanya mengabaikan hak kesehatan masyarakat Taiwan, tetapi juga merupakan ironi bagi tujuan awal berdirinya WHO yakni “Kesehatan Untuk Semua” .

Kementerian Luar Negeri kembali menekankan, “Orang yang bijak tidak akan dikucilkan, pasti akan memiliki teman”. Kedepannya Taiwan akan terus merundingkan kerja sama bantuan internasional. Selangkah demi selangkah, mendapatkan lebih banyak dukungan Internasional, dan percaya bahwa tujuan Taiwan dapat berpartisipasi dalam WHO dan WHA akan tercapai.

Sumber Berita:RTI
Editor:陳柏萇
Sumber: RTI