Penambahan Baru 2 Kasus COVID-19 dari Indonesia dan Myanmar

77
Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC)

(Taiwan, ROC) – Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) hari Selasa (17 November 2020) mengumumkan penambahan baru 2 kasus COVID-19 impor dari luar negeri keduanya adalah pria warga Taiwan yang masing-masing pulang dari Myanmar dan Indonesia. 
CECC mengemukakan, kasus ke-605 adalah pria berusia 30 an tahun yang pada bulan Maret lalu berangkat ke Myanmar untuk bekerja, pada 6 September sempat timbul gejala demam, batuk dan kehilangan indera penciuman dan ketika berobat di rumah sakit setempat dikonfirmasi positif sehingga harus menjalani karantina, seusai karantina tidak dilakukan pemeriksaan lagi karena kondisi sudah baik. Pada tanggal 8 November si pasisen kembali ke Taiwan dan memberitahukan bahwa ia memiliki riwayat terkena virus corona dan juga ketika di Taiwan sempat berinteraksi dengan pasien kasus ke-501 dan ke-505 ditambah lagi ada gejala sakit tenggorokan dan batuk ringan, untuk itu pihak kesehatan bandara segera melakukan pemeriksaan, tetapi hasilnya negatif sehingga hanya diminta untuk menjalani karantina, namun pada tanggal 13 kemarin batuk semakin parah sehingga dilakukan pemeriksaan lagi dan hasil pemeriksaan kali ini positif.
Untuk kasus ke-606 adalah pria berusia 50 an tahun yang pada bulan September lalu ke Indonesia untuk bekerja, timbul gejala batuk, demam, nyeri sendi dan kelainan pada indera penciumannya pada 9 November dan hanya mengasup obat biasa tanpa memeriksakan diri ke dokter. Pasien ini kembali ke Taiwan pada tanggal 15 November dengan laporan pemeriksaan darah 3 hari sebelum keberangkatan negative, tetapi mengetahui riwayat kesehatan sang pasien maka setibanya di bandara tetap dilakukan pemeriksaan yang hasilnya dikeluarkan hari ini ternyata positif.

Sumber Berita:RTI
Editor:尤繼富
Sumber: RTI