Lai Ching-te: Otoritas Beijing Tidak Seharusnya Mengesampingkan HAM 23 Juta Warga Taiwan

69
Lai Ching-te: Otoritas Beijing Tidak Seharusnya Mengesampingkan HAM 23 Juta Warga Taiwan

(Taiwan, ROC) — Wabah epidemi yang disebabkan oleh virus korona "2019-nCoV", kian mencemaskan. Beberapa negara di dunia mulai memulangkan warga-warga mereka, meliputi Amerika Serikat, Jepang dan Uni Eropa. Sekjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, diketahui telah mengunjungi Beijing dan bertemu dengan Penguasa Xi Jin-ping. Pada tanggal 29 Januari 2020, Beliau kembali di Jenewa dan menggelar pertemuan pers. Dalam konferensi pers tersebut, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan, wabah epidemi ini memiliki potensi penularan yang besar bagi warga dunia. Oleh karena itu, dirinya akan menggelar pertemuan pada tanggal 30 Januari 2020, guna membahas apakah perlu menetapkan status darurat global (Public Health Emergency of International Concern, PHEIC), di tengah meluasnya wabah ini. Hingga hari ini, belum ada undangan yang dikirimkan untuk para ahli kesehatan Taiwan, yang mana akan sangat bertolak belakang dengan seruan dunia internasional untuk menyertakan Taiwan dalam setiap konferensi medis dunia. RRT diberitakan telah menghalangi peluang Taiwan untuk bergabung dalam pertemuan penanggulangan epidemi WHO. Di samping itu, otoritas Beijing juga mempersulit upaya Taiwan untuk memulangkan pengusaha Taiwan dari Negeri Tirai Bambu. Pada tanggal 29 Januari 2020, Wakil Presiden terpilih Lai Ching-te (賴清德) menyampaikan, otoritas RRT tidak perlu menghalang-halangi upaya Taiwan. Di lain pihak, Taiwan akan terus mengupayakan yang terbaik, dengan mempererat komunikasi.

William Lai percaya, tindakan otoritas RRT akan merugikan Taiwan dan warga mereka pribadi. Meski demikian, Taiwan tidak akan pantang menyerah dan akan terus berjuang. Di tengah merebaknya wabah epidemi Wuhan, akan membuat dunia internasional kian paham akan perlakuan negatif RRT terhadap Taiwan. RRT diberitakan telah menghalang-halangi peluang Taiwan untuk berpartisipasi dalam organisasi WHO. Selain itu, otoritas Negeri Tirai Bambu juga telah mengorbankan kesehatan dan HAM warga Taiwan. Lai Ching-te berharap dunia global akan semakin memberikan dukungan mereka atas Taiwan, terutama untuk terlibat dalam WHO. Beliau juga menambahkan akan terus mengupayakan komunikasi dengan pihak RRT, untuk mencarter pesawat dan memulangkan pengusaha Taiwan.

Ketika ditanya oleh rekan media dalam konferensi pers, Tedros Adhanom Ghebreyesus tidak menjawab mengapa pihaknya belum mengundang Taiwan. Mike Ryan, selaku penanggung jawab WHO menyampaikan, pakar medis kesehatan Taiwan terlibat dalam proyek utama WHO, meliputi konsultasi, pekerjaan klinis dan laboratorium. Ia menambahkan Taiwan sepenuhnya terlibat dalam perkembangan penyebaran epidemi ini.

Selain Ryan, salah seorang pejabat WHO lainnya, Maria Van Kerkhove menyampaikan, bahwa pihak mereka telah menghubungi seluruh negara untuk membahas kelanjutan dari wabah epidemi ini, Baru-baru ini, Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan pendapatnya, dengan harapan RRT dapat memenuhi tanggung jawab internasionalnya dan membuka seluruh informasi perihal penyebaran epidemi. Ia juga mengimbau WHO untuk tidak mengecualikan Taiwan karena alasan politik. WHO sudah seharusnya memberikan ruang bagi Taiwan untuk turut berpartisipasi dalam ruang lingkup pencegahan epidemi.

Indeks Berita:RTI
Editor:尤繼富
Source