Dampak Epidemi Pneumonia Bagi Sektor Pariwisata Dunia

63
Dampak Epidemi Pneumonia Bagi Sektor Pariwisata Dunia

(Taiwan, ROC) — Guna menekan dampak penyebaran epidemi “2019-nCoV”, Asosiasi Perjalanan Wisata Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mengumumkan untuk menangguhkan seluruh jadwal kelompok wisata mereka ke luar negeri.  Pengumuman ini tentu akan berdampak bagi beberapa negara di dunia, yang menjadi tujuan utama pelancong Negeri Panda tersebut, misal Jepang, Thailand dan Australia. Dengan kata lain, dapat terlihat betapa tergantungnya negara-negara tersebut dengan jumlah wisatawan RRT.

Menilik data statistik yang dirilis oleh Badan Pariwisata Jepang, jumlah wisatawan seluruh dunia yang bertandang ke Negeri Matahari Terbit selama periode tahun 2019, mencapai angka 31,9 juta orang. Dari jumlah tersebut, pelancong asal RRT menyumbang angka 33%, dengan total pemasukan sekitar US$ 16,2 miliar. Pada tahun 2020, Jepang kembali meningkatkan target pariwisata mereka di kisaran 40 juta orang. Larangan bepergian ke luar negeri yang baru saja diterbitkan oleh pemerintah RRT, tentu akan berdampak negatif bagi sektor pariwisata Jepang.

Pakar ekonomi Shuji Tonouchi dan Lee Chiwoong mengemukakan, dikarenakan lonjakan wisatawan asal RRT dalam 1 dekade terakhir mengalami kemajuan pesat, pengumuman larangan wisata yang dikeluarkan Negeri Panda tentu akan memukul berat perekonomian Jepang. Mereka bahkan memperkirakan, dampak coronavirus jenis baru asal Wuhan tersebut, akan melebihi wabah SARS pada tahun 2003 lalu.

Berdasarkan data statistic dari otoritas Thailand memperlihatkan, jumlah pemasukan yang dibawa oleh warga RRT pada tahun 2019 di Negeri Gajah Putih, mencapai angka US$ 18 miliar. Jumlah yang tidak sedikit ini, berhasil menyumbang pemasukan sebesar 21% dari PDB Thailand.  Dikarenakan sektor ekspor dan pariwisata Thailand mendapat tekanan dari lemahnya mata uang Baht terhadap Dolar Amerika Serikat pada minggu lalu, mengakibatkan indeks saham pariwisata setempat mengalami penurunan sebesar 6%.

Salah satu ekonom Thailand, Tim Leelahaphan menyampaikan, “Penyebaran epidemi Kota Wuhan memiliki risiko yang besar. Penguatan mata uang Baht telah mempengaruhi pertumbuhan industri pariwisata Thailand. Berita ini tidak dapat membantu pergerakan ekonomi yang saat ini menunjukkan tendensi menurun”.

Sekitar 14 juta wisatawan asal RRT berkunjung ke Australia setiap tahunnya. Dengan kata lain, pelancong RRT menguasai hampir 25% sektor wisatawan asing di Negeri Koala, dengan total pendapatan mencapai US$ 12 miliar, dan kebanyakan dari mereka merupakan wisatawan yang tergabung dalam agen perjalanan. Salah seorang Profesor University of Technology Sydney, David Beirman menyampaikan, larangan yang dikeluarkan oleh otoritas RRT di tengah masa liburan tahun baru Imlek, sangat berdampak bagi sektor pariwisata Australia. Turis asal RRT yang berkunjung ke Australia pada liburan Imlek, biasanya menyumbang angka 60% dari total wisatawan Negeri Tirai Bambu selama setahun.

Indeks Berita:RTI
Editor:尤繼富
Source