Rapat Darurat Tanpa Taiwan WHO : Kerja Sama Erat Tingkat Teknis

70
Presiden Tsai Ing-wen yang beberapa hari lalu menyampaikan, berharap Daratan Tiongkok dapat memberikan tanggung jawab pada internasional

(Taiwan, ROC) — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengelar rapat darurat untuk membahas masalah Pneumonia Wuhan tanpa mengikutsertakan Taiwan sehingga mendapatkan kritikan. Terhadap hal ini WHO tanggal 23 malam menyampaikan, akan melakukan kerja sama yang erat dengan Taiwan dalam hal teknik dengan Taiwan, dalam kasus wabah SARS penyakit pernafasan akut yang parah yang terjadi pada tahun 2003 telah mendapat kesepakatan untuk tidak menolak bantuan

Untuk mengantisipasi Coronavirus Pneumonia Wuhan, WHO sejak tanggal 22 Januari selama 2 hari berturut-turut mengelar rapat darurat anggota di Jenewa. Dalam press konferensi pada tanggal 23 malam memberikan penjelasan, karena diperkirakan kasus epidemi ini sangat sedikit di luar Daratan Tiongkok maka diputuskan untuk tidak menjadikan wabah koronavirus baru 2019 dalam “Kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia” (Public Health Emergency of International Concern,PHEIC).

Namun rapat darurat yang mengundang pakar negara-negara yang ada kasus bersangkutan seperti Thailand, Jepang, Korea dan Amerika Serikat untuk turut hadir, hanya kurang satu yaitu Taiwan sehingga hal ini mengundang kritikan.

Saat berlangsungnya press konferensi, ada wartawan yang mengajukan pertanyaan, kerja sama apa yang akan dilakukan antara WHO dengan Taiwan terkait dengan epidemi ini, apakah aka nada pertukaran informasi dan apakah akan mempertimbangkan untuk menerima Taiwan sebagai anggota sebagai salah satu bagian dari sistem pencegahan.

Terkait dengan pertanyaan yang dilontarkan ini, Sekretaris Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus tidak memberikan respon, melainkan Ketua Pelaksana Keadaan Darurat Kesehatan WHO, Mike Ryan memberikan penjelasan, ia menyampaikan bahwa WHO dan Taiwan akan melakukan kerja sama kemitraan teknikal, ketika terjadi wabah Sindrom Pernapasan Akut Berat (Sever Acute Respiratory Syndrome – SARS) pada tahun 2003, pada waktu itu mendapat dukungan besar dalam hal teknikal dari Taiwan.

Mike Ryan membeberkan, ketika wabah merebak, tidak akan ada yang menolak bantuan kesehatan yang diperlukan masyarakat termasuk provinsi-provinsi Daratan Tiongkok dan mereka yang meminta bantuan pertolongan dari WHO. Namun ketika memberikan respon ini ia menyebutkan Taiwan dengan sebutan “Taiwan – China”

Presiden Tsai Ing-wen yang beberapa hari lalu menyampaikan, berharap Daratan Tiongkok dapat memberikan tanggung jawab pada internasional, dengan transparan memberitahukan situasi wabah, dan berbagi informasi yang memadai terkait wabah dengan Taiwan. Selain itu juga mengimbau WHO tidak seharusnya mengabaikan Taiwan karena unsur politik, menyediakan tempat bagi Taiwan untuk berpartisipasi dalam WHO.

Pejabat senior Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat beberapa hari lalu juga menyampaikan, Amerika Serikat mengimbau WHO untuk lebih dapat menerima dan bukan mengabaikan Taiwan. Dalam laporan Wall Street, pejabat Taiwan mengemukakan, semua ini menunjukkan kesenggajaan pihak Beijing mengabaikan Taiwan dari WHO, dan hal ini dapat menghalangi keefektivitas masyarakat internasional dalam mengantisipasi krisis kesehatan umum.

Indeks Berita:RTI
Editor:曾秀情
Source