Laporan Flu Wuhan Terbaru: 80 Meninggal Dunia, Terinfeksi 2.744 Kasus

49
Walikota Wuhan Zhou Xian-wang

(Taiwan, ROC) Hari Senin ini (27/1)Daratan Tiongkok menyampaikan, koronavirus (2019-nCoV) merambak di provinsi Hubei bertambah 24 korban yang meninggal dunia, hingga saat ini total jumlah korban yang meninggal telah mencapai 80 orang, secara nasional pasien yang didiagnosa menderita penyakit ini telah mencapai lebih dari 2.744 kasus. Badan Kesehatan Nasional Daratan Tiongkok menyampaikan, walaupun wilayah di luar provinsi Hubei belum ada penambahan penderita yang meninggal dunia, namun penularan penyakit ini semakin meluas bahkan penambahan warga yang tertular penyakit ini lebih dari 769 kasus, separuh diantaranya terjadi di provinsi Hubei, sementara pasien yang terjangkit penyakit ini ada 461 orang dengan kondisi serius.

Pandemi korona virus (2019-nCoV) membuat masyarakat dunia kuatir, sebelumnya pada tahun 2002-2003 ratusan korban menderita serius dan meninggal dunia akibat SARS di Daratan Tiongkok dan Hongkong. Pihak pemerintah Daratan Tiongkok dalam menghadapi pandemi ini membatasi perjalanan masyarakat, beberapa wilayah yang diblokir diantaranya provinsi Sandong, Beijing, Shanghai, Xian dan Tienjin, ke-4 kota besar tersebut diberlakukan larangan perjalanan keluar-masuk.

Hal ini mempengaruhi liburan imlek yang sudah direncanakan sebelumnya, namun pihak pemerintah Daratan Tiongkok mengatakan, upaya pemerintah mengendalikan penyebaran penyakit ini dengan memberlakukan pembatasan perjalanan warga akan diperpanjang hingga 2 Februari mendatang. Mengenai sebagian besar warga yang berasal dari kawasan Selatan seperti Guangdong, Daratan Tiongkok kawasan tengah Jiangxi dan 3 kota besar lainnya memberlakukan aturan pemakaian masker mulut bagi warga saat berada di tempat umum.

Walikota Wuhan Zhou Xian-wang (周先旺) kemarin (26/1) menyampaikan, penderita radang paru-paru Wuhan yang terdiagnosa, kota Wuhan masih ada kemungkinan terjadi penambahan berkisar seribu kasus. Di samping itu, pendataan hingga saat ini, pengaruh dari epidemi ini ada lebih dari 5 juta warga meninggalkan kawasan Wuhan, masih ada sekitar 9 juta orang yang berada di Wuhan.

Gubernur provinsi Hubei Wang Xiao-dong(王曉東) menyampaikan, “Epidemi radang paru-paru Wuhan, membuat pemerintah pusat dan masyarakat Daratan Tiongkok merasa kuatir, pihak kamipun merasa sedih dan menyesali, serta merasa bersalah.”

Media Daratan Tiongkok CCTV memberitakan, pada tanggal 26 Januari 2020 malam hari pemerintah Hubei menggelar konferensi pers tentang “Penanggulangan penyakit infeksi coronavirus baru, radang paru-paru”, instansi kesehatan provinsi Hubei memberikan laporan situasi terbaru. Laporan yang disampaikan langsung oleh Walikota Wuhan Zhou Xian-wang (周先旺) dan Gubernur provinsi Hubei Wang Xiao-dong. Media melaporkan, dalam konferensi pers tersebut Walikota Wuhan Zhou Xian-wang menggenakan masker, karena dirinya datang dari kawasan yang terinfeksi.

Walikota Wuhan Zhou Xian-wang membeberkan informasi lebih lanjut, saat ini telah ada 24 rumah sakit dengan 10.000 ranjang pasien yang tersedia bertugas memberikan layanan khusus pengobatan, saat bersamaan masih akan diupayakan penambahan tenaga dan fasilitas medis.

Ia menambahkan, pendirian rumah sakit darurat model rumah sakit Xiaotangshan dibangun rumah sakit Huashen yang mampu menampung 700 hingga seribu ranjang pasien; kedua bangunan rumah sakit Leishen mampu menampung 1.300 ranjang pasien.

Zhou Xian-wang mengakui, saat ini untuk sebagian besar persediaan Hubei dapat memenuhi kebutuhan, akan tetapi permintaan untuk pasokan medis sangat terbatas, pakaian pelindung medis yang diperlukan setiap hari mencapai 100.000 helai.

Indeks Berita:RTI
Editor:鄭蕙玲
Source