MOFA kecam pernyataan memprihatinkan Taiwan dari Tiongkok sebagai manipulasi politik

46
Juru bicara MOFA Joanne Ou

(Taiwan, ROC) – Pada saat penyebaran Koronavirus Wuhan semakin serius, Kementerian Luar Negeri Tiongkok tidak hanya tidak benar-benar berbagai informasi tentang situasi epidemi dengan Taiwan, bahkan mengasumsi posisi sebagai “pemerintah pusat” untuk melakukan manipulasi politik bertujuan merendahkan status Taiwan dan merugikan kedaulatan serta posisi Taiwan.

Taiwan menyesalkan dan mengecam tindakan negatif tersebut, demikian diungkapkan juru bicara Kementerian Luar Negeri (MOFA) ROC Joanne Ou (歐江安), Kamis, 23 Januari, merespons pernyataan juru bicara Kemenlu Tiongkok Geng Shuang (耿爽) sehari sebelumnya bahwa “Tidak ada orang yang lebih memprihatinkan kesehatan warga Taiwan dari pemerintah pusat Tiongkok.”

Mengingat pengalaman menyakitkan pada saat mewabahnya epidemi Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) 17 tahun lalu, Joanne Ou mengingatkan, meninggalnya puluhan warga Taiwan adalah disebabkan terlambatnya Taiwan memperoleh informasi epidemi terbaru dan bantuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kali ini, tegas Ou, Tiongkok diharapkan bisa menunaikan kewajiban internasional, mengumumkan informasi penyebaran wabah secara transparen, agar pengendalian dan pembasmian virus bisa diselesaikan dalam waktu paling pendek.

Di lain pihak, perihal pernyataan yang sama dari Geng Shuang tadi, Walikota Taipei Ko Wen-je (柯文哲) mengatakan, kalau sungguh-sungguh memprihatinkan kesehatan masyarakat Taiwan, Tiongkok seharusnya secepatnya mengizinkan Taiwan berpartisipasi dalam WHO, karena kesehatan adalah nilai universal yang seharusnya tidak termanipulasi oleh politik.

Indeks Berita:RTI
Editor:陳志勇
Source