Chen Shih-chung Mengimbau WHO untuk Mengikutsertakan Taiwan dalam Sidang WHA

34
Chen Shih-chung Mengimbau WHO untuk Mengikutsertakan Taiwan dalam Sidang WHA

(Taiwan, ROC) — Sidang WHA (World Health Assembly) yang akan berlangsung tanggal 24 Mei 2021 mendatang, tetapi hingga hari ini Taiwan belum menerima undangan. Media utama Spanyol “La Razón” menampilkan tulisan yang dikirimkan oleh Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan (MOHW), Chen Shih-chung hari ini (11/5) dalam satu halaman penuh yang membeberkan bahwa pandemi kali ini membuktikan Taiwan tidak boleh tidak ada dalam lingkungan kesehatan global, untuk itu WHO seharusnya menerima Taiwan dalam rapat sidang dan kegiatan.

Harian La Razon yang merupakan media 5 besar di Spanyol berdiri sejak tahun 1988, hari ini menayangkan satu halaman tulisan dari Menteri MOHW Taiwan, Chen Shih-chung yang bertemakan “Taiwan dapat membantu – Mari kita bersama membangun sistem kesehatan global”.

Chen Shih-chung dalam artikel khususnya mengemukakan, sejak pandemi COVID-19 merebak di Wuhan, Daratan Tiongkok pada akhir tahun 2019 hingga akhir Maret 2021 kemarin, sudah ada lebih dari 126 juta orang yang terpapar dan 2,7 juta orang meninggal, ini merupakan hantaman besar bagi kesehatan global, tidak hanya kesehatan saja melainkan juga ekonomi, sosial dan berbagai bidang lainnya, bahkan menjadi ancaman bagi target “Perkembangan Berkesinambungan” yang tengah diusahakan bersama oleh Persatuan Bangsa-Bangsa.

Dalam artikel menyampaikan, karena Taiwan berdekatan dengan Daratan Tiongkok sehingga sempat diperkirakan menjadi salah satu negara yang terdampak paling parah dari pandemi ini. Namun, pengalaman menghadapi SARS pada tahun 2003 membuat Taiwan tidak pernah mengabaikan setiap informasi yang didapatkan, dan dengan cepat menelaah informasi tersebut. Penyebaran dan tingkat keparahan pandemi lebih dari yang diperkirakan sebelumnya.

Sejauh ini, hanya ada dua penularan COVID-19 yang berkaitan dengan rumah sakit yang terjadi di Taiwan, dan yang keduanya dapat dikendalikan secara efektif. Hingga tanggal 22 April 2021, kumulatif ada 1.086 kasus dan 11 kasus kematian, sementara sebagian besar masyarakat di Taiwan tetap dapat menjalankan kehidupan dan secara normal.

Chen Shih-chung mengemukakan, sistem medis kesehatan, pengawasan yang ketat, informasi yang terbuka dan transparan serta kerja sama antara pemerintah dan sipil membuat Taiwan menjadi salah satu negara yang paling berhasil dalam pencegahan pandemi. Pandemi COVID-19 kali ini selain kembali membuktikan bahwa tidak seharusnya Taiwan diabaikan dan dikeluarkan dari jaringan kesehatan global, Taiwan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari pengawasan dan peringatan penyakit menular global, dan menjadi contoh Taiwan dalam pengendalian penyebaran pandemi.

Sumber Berita:RTI
Editor:尤繼富
Sumber: RTI