CECC Mengizinkan Vaksinasi Dosis Ketiga dengan Jenis yang Berbeda

22
CECC Mengizinkan Vaksinasi Dosis Ketiga dengan Jenis yang Berbeda.

(Taiwan, ROC) — Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) memutuskan untuk menerapkan penyuntikan vaksin dosis ketiga sesegera mungkin per tanggal 1 Januari 2022 mendatang. Saat ditemui dalam sebuah kegiatan pada Selasa pagi (30/11), Komandan CECC – Chen Shih-chung (陳時中) menyampaikan, suntikan dosis ketiga dapat dicampur, meliputi vaksin AZ (dosis awal) dengan vaksin jenis mRNA. Namun, dirinya tidak merekomendasikan penyuntikan vaksin jenis mRNA dengan merek yang berbeda, atau vaksin mRNA (dosis awal) dengan vaksin AZ.

Ia juga menyampaikan bahwa kapasitas vaksin saat ini cukup untuk memenuhi permintaan dosis ketiga.

Sebelumnya CECC telah memutuskan untuk menerapkan penyuntikan vaksin dosis ketiga bagi masyarakat yang tergolong ke dalam kategori satu hingga tiga dan sembilan. Di samping itu, warga dengan usia di atas 65 tahun, atau mereka yang menghuni institusi perawatan jangka panjang, juga disarankan untuk menerima dosis ketiga.

CECC menuturkan, bagi warga dengan usia di atas 18 tahun juga diperbolehkan menerima dosis ketiga, dengan catatan untuk mempertimbangkan terlebih dahulu segala risiko dengan kondisi yang ada.

CECC telah mengizinkan penyuntikan vaksin dosis ketiga dengan merek yang berbeda. Beberapa ahli juga menyarankan penyuntikan vaksin dosis ketiga dengan merek berbeda, dapat merujuk pada praktik yang telah dilakukan negara lain di dunia.

Menanggapi saran tersebut, Chen Shih-chung menyampaikan, vaksin AZ dapat dicampur dengan jenis vaksin mRNA manapun, tetapi ia tidak menyarankan untuk mencampur vaksin jenis mRNA. Di samping itu, bagi warga yang menyuntikkan vaksin mRNA pada dosis pertama juga tidak disarankan untuk menerima vaksin AZ di dosis berikutnya.

Chen Shih-chung mengatakan, “Kami tidak menetapkan ketentuan wajib. Namun, untuk saat ini selama Anda (penerima vaksin AZ di dosis awal) menerima vaksin mRNA, maka hal tersebut tidak mengapa. Kami tidak menyarankan Anda untuk mencampur penyuntikan vaksin jenis mRNA. Jika sebelumnya Moderna, maka lebih baik Anda menerima Moderna di dosis berikutnya. Dan untuk penerima vaksin AZ di dosis awal, maka boleh mencampurnya dengan vaksin mRNA di dosis berikutnya. Dan bagi penerima vaksin mRNA di dosis awal, kami tidak menyarankan menerima vaksin AZ di dosis berikutnya. Inilah kondisi yang ada saat ini.”

Chen Shih-chung menuturkan, dunia internasional saat ini menganjurkan takaran vaksin Moderna di dosis ketiga dapat dikurangi hingga 50%. Dengan demikian, daftar salinan vaksin yang ada sekarang perlu direvisi. Apalagi saat ini, pihak Moderna tengah mengembangkan vaksin generasi berikutnya.

Ia melanjutkan, hasil penelitian dari dalam dan luar negeri saat ini memperlihatkan bahwa penyuntikan vaksin COVID-19 dengan merek yang berbeda memiliki efek samping yang signifikan. Jika dapat memberikan efek positif, maka pihaknya akan mengizinkan implementasi vaksinasi dengan jenis yang berbeda. Namun, CECC tidak akan menetapkan hal tersebut menjadi sebuah keharusan, karena kondisi fisik dari setiap orang yang berbeda-beda.

Sumber Berita:RTI
Editor:尤繼富
Sumber: RTI