Varian COVID-19 Menjadi Pemantik dari Meningkatnya Kasus Penularan, CECC:  Kebijakan Karantina “0+7” Memiliki Risiko Tinggi

21
Varian COVID-19 Menjadi Pemantik dari Meningkatnya Kasus Penularan, CECC: Kebijakan Karantina “0+7” Memiliki Risiko Tinggi

(Taiwan, ROC) — Kini pihak luar mempertanyakan, apakah kebijakan karantina di pintu perbatasan Taiwan akan diubah dari “3+4” menjadi “0+7”. Menjawab hal tersebut, Komandan Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) menyampaikan, varian BA.4 dan BA.5 mulai memanas kembali, sehingga kebijakan “0+7” memiliki risiko yang lebih tinggi. Hingga hari ini, CECC belum memiliki wacana untuk mengubah kebijakan mereka, tentunya hal ini akan disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi di lapangan.

Situasi penularan COVID-19 di dalam negeri perlahan-lahan melambat. Pihak luar pun mempertanyakan kemungkinan dari pihak CECC untuk mulai memperlonggar peraturan di pintu perbatasan, yaitu mengubah kebijakan “3+4” menjadi “0+7”.

Saat ditemui pada Selasa pagi (5/7) Komandan CECC, Chen Shih-chung (陳時中) menyampaikan, varian BA.4 dan BA.5 mulai memanas, proporsi penularan yang dilaporkan dunia juga memperlihatkan peningkatan sebanyak 21%. Situasi yang sama juga terjadi di kawasan Eropa dan Amerika Serikat.

Komandan CECC menambahkan, jika kebijakan karantina langsung diperlonggar menjadi “0+7”, maka dicemaskan akan memberikan risiko yang tinggi. CECC tentunya akan terus mengamati perkembangan yang terjadi saat ini dan melakukan penyesuaian secara bertahap.

Di samping itu, media juga mempertanyakan, apakah prosedur PCR di pintu perbatasan dapat diganti dengan melalukan rapid test? Chen Shih-chung menjawab, kemungkinan tersebut sangat kecil, tetapi ada peluang untuk membatalkan regulasi terkait, terutama saat berhadapan dengan area yang memiliki risiko penularan yang rendah.

Sumber Berita:RTI
Editor:尤繼富
Sumber: RTI