Situasi Epidemi COVID-19 Melambat, PM Su: Evaluasi Pelonggaran Pintu Perbatasan akan Dilakukan Secara Hati-hati

22
Situasi Epidemi COVID-19 Melambat, PM Su: Evaluasi Pelonggaran Pintu Perbatasan akan Dilakukan Secara Hati-hati

(Taiwan, ROC) — Situasi penularan COVID-19 dalam negeri melambat. Beberapa ahli kesehatan berpendapat, bahwa kebijakan karantina di pintu perbatasan dapat diperlonggar menjadi “0+7”. Tentunya hal ini sudah diperhitungkan berdasarkan situasi yang terjadi di Taiwan saat ini.

Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri Su Tseng-chang menjawab, pemerintah akan memperlonggar kebijakan secara bertahap, dengan tetap berdasar pada perkembangan situasi epidemi. PM Su menambahkan, saat ini jumlah kasus positif COVID-19 di banyak negara kembali memperlihatkan tren kenaikan. Oleh sebab itu, pihaknya perlu berhati-hati sebelum memutuskan untuk membuka pintu perbatasan.

PM Su mengatakan, “Epidemi domestik memang secara bertahap mereda. Kita bisa melihat, seluruh warga mampu berkoordinasi dengan baik, dalam menekan angka penyebaran. Tentunya kami masih akan memperhatikan perkembangan dari penularan pandemi, baru kemudian melonggarkan kebijakan di pintu perbatasan, sehingga warga dapat segera kembali beraktivitas dengan normal.

Namun, saat ini situasi epidemi di luar negeri kembali memperlihatkan angka yang naik, sehingga kami harus lebih hati-hati dalam mengevaluasi kemungkinan melonggarkan kebijakan di pintu perbatasan.”

Wakil Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan yang juga menjabat posisi Komandan Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC), Victor Wang (王必勝) menyampaikan, menanggapi pelonggaran di pintu perbatasan, CECC harus mengevaluasi dengan sangat hati-hati.

Saat ini, ada 60% balita yang diberitakan berada dalam kondisi parah, setelah terpapar virus COVID-19. Dengan demikian, jumlah cakupan vaksinasi COVID-19 untuk kelompok anak-anak akan menjadi indikator penting. Ketika sudah mencapai tahap tertentu, barulah perlahan-lahan diputuskan untuk mulai melonggarkan kebijakan di pintu perbatasan.

Sumber Berita:RTI
Editor:尤繼富
Sumber: RTI