CSMC: Lebih dari Setengah yang Tidak Mengetahui Jika Telah Tertular Omicron

14
CSMC: Lebih dari Setengah yang Tidak Mengetahui Jika Telah Tertular Omicron

        (Taiwan, ROC) – Merujuk kepada hasil laporan yang diluncurkan pekan ini, dari sekian banyaknya manusia yang memiliki risiko tertular virus mutasi varian Omicron, mayoritas tidak mengetahui jika dirinya juga sempat terjangkiti virus tersebut, sehingga kondisi ini juga menjadi alasan mengapa virus mutasi masih terus merebak secara cepat hingga saat ini.

        Media NPR Amerika merilis berita berkenaan dengan hasil riset penularan virus mutasi COVID-19 varian Omicron di Amerika yang terus melonjak, yang dilakukan oleh pakar ahli di sebuah organisasi NGO, Cedars Sinai Medical Center atau CSMC di Los Angeles Amerika.

        Varian Omicron sendiri ditemukan pertama kali pada November 2021, yang kemudian menyebar secara cepat dan menjadi tren virus hingga saat ini. Merujuk pada informasi yang diberikan oleh periset, gejala yang dimiliki oleh orang yang tertular Omicron lebih ringan, antara lain batuk, sakit kepala, letih, sakit tenggorokan dan pilek.

        Saat Omicron merebak, CSMC melakukan penelitian terhadap sampel darah dari total 2.479 karyawan dan pasien dalam rumah sakit. Dari daya kekebalan yang dimiliki dalam sampel darah tersebut, dimana ada 210 orang yang diragukan tertular Omicron, tercatat sekitar 56% yang tidak mengetahui jika dirinya telah tertular.

        Periset juga menemukan jika dalam kelompok orang yang tidak mengetahui dirinya tertular, hanya ada 10% orang yang sempat melakukan pelaporan diri bergejala flu biasa atau gejala akibat penularan lainnya.

        Salah seorang periset, Susan Cheng menjelaskan bahwa kami berharap setiap orang yang telah membaca artikel tersebut dapat berpikir jika diri sendiri telah sempat mengikuti sebuah aktivitas dimana dilaporkan ada orang yang memiliki hasil tes positif, atau memiliki pemikiran jika diri sendiri sebelumnya baru saja sempat merasakan kondisi tidak sehat, atau sebaiknya melakukan tes rapid sendiri. Susan Cheng berpendapat jika diri sendirilah yang paling mengetahui risiko yang dihadapi, dengan demikian maka barulah dapat melindungi kesehatan pribadi dan juga publik.

        Dalam laporan juga disebutkan jika kurangnya pengetahuan bahwa penularan virus antar manusia sangat cepat, juga menjadi salah satu alasan utama mengapa pandemi masih terus berlangsung hingga saat ini.

        Penulis laporan dan periset utama dari CSMC, Sandy Y. Joung mengemukakan bahwa hasil analisis kami menambah bukti baru, dan kembali membuktikan bahwa jumlah penularan akan bertambah pada orang yang belum pernah tertular sebelumnya.

        Sandy Y. Joung mengatakan, “Rendahnya pengetahuan akan penularan, berkemungkinan menyebabkan Omicron terus merebak dengan cepat”. Meskipun para pekerja bidang medis kedokteran memiliki pengetahuan akan penularan yang lebih banyak, namun pakar menyebutkan jika standar pengetahuan pada masyarakat umum lebih rendah.

        Dalam berita yang dirilis juga disebutkan jika pakar berharap masih memerlukan penelitian yang lebih mendalam, khususnya partisipasi dari kalangan dan ras yang berbeda, dengan demikian barulah dapat diketahui secara mendetail korelasi yang ada dengan standar pengetahuan penularan yang dimiliki oleh masyarakat umum.

Sumber Berita:RTI
Editor:譚雲福
Sumber: RTI