Cakupan Vaksinasi Dosis Penguat di Indonesia Capai 25,84%

17
Cakupan vaksinasi dosis penguat di Indonesia capai 25,84 persen (foto: Antaranews)

(RTI/Antara) Jakarta –  Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menginformasikan jumlah peserta vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau penguat di Indonesia hingga 31 Agustus 2023 pukul 12.00 WIB mencapai 60,64 juta orang lebih atau 25,84 persen dari sasaran.

Menurut data Satgas Penanganan COVID-19 di Jakarta, Rabu, yang dikutip ANTARA, dilaporkan jumlah warga yang sudah mendapat vaksinasi dosis penguat bertambah 134.999 orang menjadi 60,64 juta orang atau setara 25,84 persen dari total sasaran 234.666.020 orang.

Sementara itu, warga yang sudah mendapat suntikan vaksin COVID-19 dosis pertama dan kedua atau dosis lengkap tercatat bertambah 38.841 orang menjadi 170.961.667 orang atau setara 72,86 persen dari sasaran.

Sementara vaksinasi dosis pertama telah diterima oleh 203.368.515 orang, setelah bertambah 17.017 orang atau setara 86,67 persen dari sasaran.

Pemerintah juga sudah melaksanakan vaksinasi COVID-19 dosis keempat atau dosis penguat kedua pada tenaga kesehatan. Jumlah penerima vaksinasi dosis penguat kedua tercatat sebanyak 325.857 orang atau setara 22,23 persen.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melaporkan Indonesia hingga saat ini memiliki sekitar 10 juta dosis stok vaksin COVID-19 yang masih tersedia di fasilitas penyimpanan pemerintah pusat dan daerah.

"Kita masih punya sekitar 10 juta dosis stok vaksin. Sekitar 60 persennya adalah vaksin hibah yang gratis diberikan pemerintah luar negeri," kata Budi Gunadi Sadikin saat menyampaikan pemaparan secara virtual tentang pandemi COVID-19 dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX yang diikuti dari YouTube DPR RI di Jakarta, Selasa (30/8).

Dilansir dari laporan Kemenkes, jenis vaksin yang tersedia di Indonesia di antaranya AstraZeneca berjumlah 46.210 dosis, Covovax 3,14 juta dosis, Janssen 385.645 dosis, Pfizer 4,54 juta dosis, Sinopharm 23.106 dosis, Sinovac 1,93 juta dosis.

Dalam agenda yang sama, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono mengatakan capaian vaksinasi dosis penguat kedua bagi tenaga kesehatan cenderung rendah sebab baru dimulai.

Cakupan vaksinasi tertinggi di kalangan nakes dilaporkan berasal dari Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Pemerintah juga mensyaratkan seluruh pelaku perjalanan wajib memperoleh dosis penguat pertama sebagai salah satu bentuk akselerasi untuk mengejar cakupan yang masih relatif rendah.

"Kami menyebut vaksinasi tidak sebagai program, tapi lebih pada gerakan vaksinasi agar menumbuhkan semangat gotong royong sehingga masyarakat dapat menerima bahwa gerakan ini untuk melindungi sesama," katanya.

Sumber Berita:RTI
Editor:鄭蕙玲
Sumber: RTI