Pembatasan Tenaga Medis Bepergian Keluar Negeri, MOHW: Hanya Petugas di Garis Terdepan

54
Pembatasan Tenaga Medis Bepergian Keluar Negeri, MOHW: Hanya Petugas di Garis Terdepan

(Taiwan, ROC) Guna menjamin kekuatan pencegahan epidemi nasional dapat berjalan dengan optimal, pusat komando pencegahan epidemi kemarin (23/2) mengumumkan, akan mempelajari batasan yang diberlakukan bagi tenaga medis ke luar negeri, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) pada tanggal 25 Februari akan mengundang pihak rumah sakit untuk melakukan pembahasan secara mendetail.

Namun, sebelum pemerintah menerapkan langkah kebijakan ini, sebenarnya kalangan medis telah memberikan masukan yang berkaitan dengan hal ini. Wakil Kepala Rumah Sakit Shin Kong Wu Ho Su Memorial Hospital Hung Tzu-jen(洪子仁) pada hari Senin ini (24/2) mengatakan, di bawah kondisi pencegahan epidemi, tenaga medis memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk menghindari keluar negeri, pihak rumah sakit pada pekan lalu memutuskan agar tenaga medis “tidak” melakukan perjalanan ke luar negeri jika tidak diperlukan.

Hung Tzu-jen mengatakan, pihak rumah sakit ingin menjamin kesehatan para tenaga medis sehingga meminta mereka menghindari ke negara yang rentan dengan epidemi, dari pusat yang mengutip hukum dokter dan mengumumkan langkah-langkah terkait maka dianjurkan agar ada klarifikasi lebih lanjut secara hukum.

Hung Tzu-jen menjelaskan, “Penjelasan hukum tersebut apakah dapat ditegakkan, saya merasa hal ini semestinya dimulai dari pandangan hukum dan semua pihak mendalami, yang ingin saya sampaikan adalah meskipun pihak pemerintah tidak menetapkan aturan demikian, pihak kami, kalangan dokter dan suster perawat pada dasarnya telah menerapkan hal demikian.”

Sebenarnya rumah sakit Chang Gung LinKou pada awal bulan Februari sebelumnya telah menyarankan agar dokter dan suster menghindari untuk bepergian ke luar negeri. Wakil Kepala Rumah Sakit Huang Jing-long(黃璟隆) pada hari Senin ini (24/2) mengatakan, walaupun tidak menetapkan sebagai kewajiban, namun menyarankan agar tenaga medis tidak berangkat ke negara kawasan rentan epidemi, selain untuk melindungi diri sendiri karena sekembali dari negara-negara tertentu masih perlu diisolasi atau dikarantina, hal ini juga merepotkan orang lain.

Huang Jing-long lebih lanjut menjelaskan, jika ada dokter yang telah memiliki pertemuan atau rapat kedokteran yang direncanakan 6 bulan sebelumnya, akan tetapi pihak rumah sakit menganjurkan untuk menghindari bepergian ke luar negeri maka sebelumnya di masa lalu setelah rapat berakhir baru dapat menagih biaya pengeluaran yang terjadi, namun saat ini dianggap walaupun tidak jadi berangkat juga dapat melampirkan. Untuk rapat pembahasan tenaga medis keluar negeri akan dibahas mendetail pada tanggal 25 Februari mendatang, beberapa pihak pusat kesehatan masih kurang memahami terhadap arah kebijakannya, namun pada awal sebelumnya telah memberikan imbauan, juga mengharapkan rapat ini akan mendapat kesepakatan dari para tenaga medis.

Indeks Berita:RTI
Editor:鄭蕙玲
Source