RTI Indonesian

1365 KIRIMAN0 KOMENTAR

Jumlah Kasus COVID-19 Taiwan, 18 November 2022

Jumlah Kasus COVID-19 Taiwan, 18 November 2022 (Sumber foto: CECC)

Melalui konferensi pers yang digelar pada hari ini (18/11), Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) mengumumkan adanya penambahan kasus positif COVID-19 sebanyak 18.003 orang, yang terdiri dari 17.952 kasus dalam negeri, serta 51 kasus dari luar negeri, dan 58 kasus meninggal dunia.



Sumber Berita:RTI
Editor:陳柏萇

Taiwan Berikan Momentum Dalam Transisi Global Menuju Emisi Nol Bersih

Chang Tzi-chin, Menteri Lingkungan Hidup

(Taiwan, ROC) -- Dunia telah memulai transisi ke emisi nol bersih. Pendekatan inovatif untuk kerja sama internasional yang disorot dalam Perjanjian Paris, yang menyerukan kerja sama luas oleh semua negara untuk memenuhi target pengurangan global, secara bertahap mulai terbentuk. Taiwan bersedia dan mampu bekerja sama dengan mitra internasional untuk bersama-sama mencapai transisi nol bersih, memobilisasi aksi iklim global, dan memastikan lingkungan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

 

Sebagai ekonomi terbesar ke-21 di dunia, Taiwan memiliki pengaruh penting terhadap kemakmuran dan stabilitas ekonomi di kawasan Indo-Pasifik. Secara khusus, industri semikonduktor Taiwan menempati posisi penting dalam rantai pasokan internasional. Sektor industri ini secara aktif mengurangi penggunaan sumber daya energi dalam proses produksi dengan mengembangkan teknologi dan metode baru. Inovasi semikonduktor yang terus berkembang di Taiwan telah menawarkan banyak aplikasi pintar melalui perangkat elektronik dan mempromosikan penghematan energi global.

 

Taiwan sedang melakukan upaya iklim yang substansial dan dengan giat memajukan transisi energi. Hingga Mei 2022, kapasitas energi terbarukan secara kumulatif telah mencapai 12,3 GW, peningkatan signifikan sebesar 60 persen dari tahun 2016. Dari tahun 2005 hingga 2020, PDB (produk domestik bruto) Taiwan tumbuh sebesar 79 persen.  Dalam periode yang sama, intensitas emisi gas rumah kaca turun 45 persen, menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi telah terpisahkan dari emisi gas rumah kaca.

 

Pada Hari Bumi tanggal 22 April 2021, Presiden Tsai Ing-wen mengumumkan, Taiwan bertujuan untuk mencapai emisi nol bersih pada 2050. Pada Maret 2022, pemerintah menerbitkan pedoman “Langkah Taiwan menuju Emisi Nol Bersih pada tahun 2050”. Pedoman tersebut menguraikan empat strategi transisi utama di sektor energi, industri, gaya hidup, dan masyarakat, berdasar pada dua tata kelola dari "penelitian dan pengembangan teknologi (research and development/R&D)" dan “undang-undang iklim”.

 

Strategi tersebut dilengkapi dengan 12 sub strategi utama, yaitu tenaga angin dan matahari; hidrogen; energi inovatif; sistem tenaga dan penyimpanan energi; konservasi dan efisiensi energi; penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon; kendaraan bebas karbon dan listrik; daur ulang sumber daya dan nol limbah; penyerap karbon alami;  gaya hidup hijau; keuangan hijau; dan transisi keadilan. Dengan mengintegrasikan sumber daya antarpemerintah, Taiwan akan mengembangkan rencana langkah demi langkah untuk mencapai targetnya.

 

Dalam membangun fondasi R&D teknologi yang diperlukan untuk mencapai transisi nol bersih, Taiwan akan fokus pada lima bidang, yaitu energi berkelanjutan, rendah karbon, sirkularitas, negativitas karbon, dan pengetahuan sosial. 

Undang-Undang Pengurangan dan Pengelolaan Gas Rumah Kaca sedang diamandemen dan akan diganti namanya menjadi Undang-Undang Penanganan Perubahan Iklim. Amandemen tersebut akan menjadikan emisi nol bersih pada tahun 2050 sebagai target nasional jangka panjang, meningkatkan efektivitas tata kelola iklim, meningkatkan adaptasi perubahan iklim, memperkuat keterbukaan informasi dan partisipasi publik, serta memperkenalkan mekanisme penetapan harga karbon.  Undang-undang tersebut akan memberikan insentif ekonomi untuk mengurangi emisi, memandu pertumbuhan hijau rendah karbon, dan berkontribusi dalam menyelesaikan undang-undang tata kelola iklim nasional. 

 

Visi jangka panjang Taiwan untuk tahun 2050 adalah menjadikan transisi ke emisi nol bersih sebagai kekuatan baru pembangunan nasional. Dengan menciptakan strategi transisi dan tata kelola pemerintahan yang kompetitif, sirkular, berkelanjutan, tangguh, dan aman, Taiwan akan merangsang pertumbuhan ekonomi, mendorong investasi swasta, menciptakan lapangan kerja ramah lingkungan, mempromosikan kemandirian energi, dan meningkatkan kesejahteraan sosial.

 

Namun, karena faktor politik, Taiwan dikeluarkan dari organisasi internasional dan tidak dapat berpartisipasi secara substantif dalam diskusi tentang isu-isu iklim global. Sulit bagi Taiwan untuk tetap mengikuti perkembangan saat ini dan melaksanakan tugas terkait dengan benar. Hal ini akan menciptakan kesenjangan dalam tata kelola iklim global. 

Taiwan memiliki sumber energi mandiri yang terbatas dan sistem ekonomi yang berorientasi pada perdagangan luar negeri. Jika tidak dapat terhubung dengan mulus dengan mekanisme kerja sama internasional di bawah Perjanjian Paris, ini tidak hanya akan mempengaruhi proses industri hijau Taiwan, tetapi juga akan merusak stabilitas rantai pasokan internasional. 

 

Di bawah ancaman langkah penyesuaian pembatasan karbon, daya saing Taiwan secara keseluruhan akan sangat terpukul jika tidak dapat berpartisipasi secara adil dalam mekanisme pengurangan emisi internasional. Hal ini juga akan melemahkan efektivitas kerja sama internasional dan melemahkan perekonomian global.

 

Upaya transisi ke emisi nol bersih adalah tanggung jawab bersama generasi ini yang tak terhindarkan. Target ini hanya mungkin tercapai jika masyarakat internasional bekerja sama. Dengan semangat pragmatis dan profesional, Taiwan bersedia memberikan kontribusi nyata untuk mengatasi perubahan iklim global. 

 

Pandemi COVID-19 telah menunjukkan bahwa apa pun situasinya, Taiwan memiliki potensi besar untuk berkontribusi kepada dunia dengan cara yang sangat membantu. Taiwan harus diberi kesempatan yang sama untuk bergabung dengan mekanisme kerja sama internasional dalam menanggapi perubahan iklim. Kami berharap komunitas internasional bisa mendukung Taiwan untuk berpartisipasi secara cepat, adil, dan bermakna.



Sumber Berita:RTI
Editor:曾秀情

PM Su: Pandemi Belum Usai, Warga Harus Tetap Menerapkan Pencegahan Epidemi

PM Su: Pandemi Belum Usai, Warga Harus Tetap Menerapkan Pencegahan Epidemi

(Taiwan, ROC) --- Virus COVID-19 terus bermutasi. Meski penularan varian BA.5 mulai melambat, tetapi kasus lokal yang berasal dari dua varian baru kembali meningkat, masing-masing adalah varian BF.7 dan XBB.

Anggota legislator Partai Progresif Demokratik (DPP), Wu Chi-ming (吳琪銘) menaruh perhatian yang mendalam akan hal ini, kemudian mempertanyakan kemungkinan dari varian ini akan menjadi gelombang penularan berikutnya dan bagaimana sikap pemerintah dalam merespons.

Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) menyampaikan, pencapaian penanggulangan epidemi Taiwan saat ini adalah semata-mata berkat kerja sama seluruh warga Taiwan. Di samping itu, upaya keras yang dilakukan oleh Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) juga telah mendapat pengakuan dari dunia luar.

Hal ini juga akan memperlihatkan kepada dunia internasional potensi yang dimiliki Taiwan sebagai satu negara yang berada di bahtera kapal yang sama.

PM Su menambahkan, era pandemi telah memasuki tahap baru. Kontrol di pintu perbatasan juga sudah diperlonggar, sehingga wisatawan asing dan warga Taiwan dapat melakukan aktivitas wisata tanpa perlu lagi menjalani prosedur karantina.

Seluruh masyarakat menantikan pelonggaran-pelonggaran di atas, yang juga disertai dengan pedoman “new normal”. Meski demikian, PM Su juga kembali mengingatkan kepada warga Taiwan untuk senantiasa menerapkan tindakan pencegahan epidemi.

PM Su mengatakan, “Saat ini kita bisa dengan cepat untuk kembali berinteraksi seperti masa sebelum pandemi terjadi. Meski pembatasan secara internasional mulai dicabut, tetapi situasi pandemi secara keseluruhan belum benar-benar tuntas. Kami masih memiliki kebijakan penanggulangan pandemi, serta terus mendorong agar masyarakat luas untuk segera menuntaskan penyuntikan vaksin. Secara bertahap kami akan memperlonggar pengetatan yang ada. Saya minta kepada seluruh warga untuk bekerja sama menjadikan Taiwan lebih baik lagi.”

Saat ditanya oleh anggota legislator Partai Kuomintang perihal kapan “Jalur Tiga Hubungan Langsung” akan dipulihkan, mengingat saat ini Jembatan Kinmen telah diresmikan? PM Su menjawab, masyarakat bersama pemerintah tentu mendukung dan menantikan “Jalur Tiga Hubungan Langsung” akan kembali diaktifkan.

Selain itu, Ketua Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC), Chiu Tai-san (邱太三) lebih lanjut menjelaskan, saat ini ada 705 personel yang ditempatkan di Kinmen dan Matsu, untuk bagian imigrasi, keamanan dan karantina. Kecamuk epidemi COVID-19 dalam kurun 3 tahun belakangan belum benar-benar tuntas. Namun demikian, anggota Komite Dalam Negeri akan berkunjung ke sana pada tanggal 2 November 2022.

Chiu Tai-san menuturkan, personil relevan yang ditempatkan di Fuzhou hingga hari ini belum aktif kembali, setelah dipindahtugaskan pada tahun 2020 silam. Jika tidak ada personil relevan yang berada di pintu perbatasan Fuzhou, maka “Jalur Tiga Hubungan Langsung” akan sulit pulih kembali.



Sumber Berita:RTI
Editor:尤繼富

Warga Berangkat ke Jepang, Medigen Beri Layanan Pemeriksaan PCR di 26 RS Rujukan

Vaksin Medigen (foto: CNA)

(Taiwan, ROC) Medigen Vaccines Biologics Corporation kemarin mengeluarkan pers rilis dan menyampaikan, bagi warga yang membutuhkan dan memenuhi persyaratan diminta untuk melampirkan 3 dokumen diantaranya kartu asuransi kesehatan nasional, sertifikat vaksin atau surat bukti keterangan vaksinasi digital (asli dan fotokopi), dan tiket ke Jepang dalam kurun waktu 72 jam (asli dan fotokopi) untuk menjalani pemeriksaan PCR di rumah sakit rujukan.

 

Medigen menyediakan layanan pemeriksaan PCR di 26 rumah sakit diantaranya untuk kawasan Utara ada Taipei Medical University Hospital, Keelung Hospital, Taipei Hospital, Lo Sheng Sanatorium and Hospital, Taoyuan General Hospital, Miaoli General Hospital; untuk kawasan Tengah diantaranya ada China Medical  University Hospital, Feng Yuan Hospital, Taichung Hospital, Changhua Hospital, Nantou Hospital dan Tsao Tun Psychiatric Center.

 

Sementara untuk kawasan selatan mencakup Kaoshiung Medical University Chung Ho Memorial Hospital, Chia Yi Hospital, PuZi Hospital, Tainan Hospital, Sinying Hospital, Chest Hospital, Chishan Hospital, Pingtung Hospital, Heng Chun Tourism Hospital; serta kawasan Taitung ada Hualien Hospital, Yuli Hospital, Taitung Hospital dan kawasan luar pulau ada Kinmen Hospital dan Penghu Hospital.

 

Bagi warga yang akan berangkat ke Jepang terkait dengan rincian konsultasi dan layanan pemeriksaan PCR, sudah diumumkan dan terpasang dalam situs resmi perusahaan Medigen, bagi warga yang memerlukan dan memenuhi persyaratan maka bisa menghubungi pusat informasi dari masing-masing rumah sakit, dan disesuaikan dengan prosedur yang berlaku untuk melakukan reservasi.

 



Sumber Berita:RTI
Editor:鄭蕙玲

Seribu Hari Pencegahan Pandemi Pres. Tsai: Dunia Yakin dengan Pencegahan Pandemi Taiwan

Seribu Hari Pencegahan Pandemi Dunia Yakin dengan Pencegahan Pandemi Taiwan

(Taiwan, ROC) -- Presiden Tsai Ing-wen hari Sabtu (15/10) ditemani dengan Perdana Menteri Su Tseng-chang hadir dalam kegiatan “Seribu Hari Pencegahan Pandemi COVID-19” yang diselenggarakan oleh Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC). Presiden Tsai Ing-wen selain menggunakan data-data angka yang dikeluarkan oleh negara-negara sahabat Taiwan sebagai keyakinan akan keberhasilan Taiwan dalam pencegahan pandemi, beliau juga berterima kasih atas kekompakan seluruh rakyat Taiwan sehingga langkah kaki Taiwan tetap dapat terus berjalan, tidak terhenti oleh karenanya. Sekarang ini pintu Taiwan telah dibuka kembali, dia juga mendorong semua bekerja lebih keras agar Taiwan dapat melangkah lebih maju.

 

Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan, selama masa ini, kita semua melewati berbagai tantangan, tetapi dengan upaya keras, semua tantangan berat sudah terlewati, semua telah berlalu! Meskipun proses menjalani ini tidak luput dari kritikan dan keraguan, tetapi pemerintah juga dengan lapang dada menerima, dan menginstrospeksi diri. Namun dilihat dari data angka yang dikeluarkan negara-negara sahabat internasional Taiwan, membuktikan bahwa persiapan dan kegigihan Taiwan dalam pencegahan pandemi mendapat keyakinan dunia. Selain itu kepala negara juga mengutip beberapa pujian dari banyak negara sahabat internasional, seperti Ketua DPR AS Nancy Pelosi yang mengatakan, keberhasilan kebijakan pencegahan pandemi adalah berkat kerja sama rakyat Taiwan, ini patut menjadi panutan dunia; Anggota Parlemen Kanada Judy Sgro juga menyampaikan kepada beliau bahwa keberhasilan pencegahan pandemi Taiwan mempercepat pemahaman dunia akan upaya dan prestasi Taiwan. Tidak hanya itu saja, ada juga Republik Ceko, Australia, Swiss dan lainnya juga memberikan keyakinan akan keberhasilan pencegahan pandemi Taiwan.

 

Pemimpin negara mengungkapkan, semua ini kembali kepada kekompakan dari tiap-tiap warga sebagai mitra dari pencegahan pandemi, pada masa ini setiap orang memiliki kisah pencegahan pandemi masing-masing, ada rekan yang setiap hari berlomba dengan waktu, menghitung dan merapikan data agar dapat tepat pukul 2 siang setiap harinya memberikan laporan situasi terbaru kepada seluruh warga; juga ada reka yang siang dan malam tanpa mempedulikan jeda waktu untuk menegosiasikan pembelian vaksin agar dapat secepatnya mendapatkan barang sehingga dapat menjamin kesehatan rakyat Taiwan; ada juga harus bertugas berjuang di garis pertama untuk mencermati angka dan menelusuri serta menghentikan penyebaran virus, dan masih banyak lagi.  

 

Presiden Tsai Ing-wen menegaskan, semua akumulasi kisah-kisah pencegahan pandemi ini juga membuat dunia melihat ketangguhan dan kemampuan Taiwan menghadapi krisis, bersamaan dengan itu 2 hari ini pintu perbatasan Taiwan kembali dibuka! Presiden Tsai Ing-wen sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada kekompakan 23 juta warga Taiwan dalam berupaya melakukan pencegahan pandemi dengan demikian langkah kaki Taiwan tidak pernah terhenti karenanya, juga meminta agar kita semuanya terus berupaya agar Taiwan dapat mengambil langkah yang lebih besar lagi.



Sumber Berita:RTI
Editor:曾秀情

Penambahan Kasus COVID-19 Taiwan Catat Rekor Harian Tertinggi

Penambahan Kasus COVID-19 Taiwan Catat Rekor Harian Tertinggi

(Taiwan, ROC) -- Penambahan dalam negeri kasus COVID-19 di Taiwan hari ini (5/10) sebanyak 54.874, merupakan rekor harin tertinggi baru sejak penularan kasus BA.5, melebihi penambahan kasus pada tanggal 14 September 2022 yaitu sebanyak 49.540 kasus. Sebelumnya penambahan kasus di atas 50 ribu terjadi pada 22 Juni 2022, pada saat ini jumlah penambahan kasus sebanyak 52.213 kasus, setelah selang 105 hari yaitu hari ini kembali muncul rekor harian tertinggi baru.

 

Yang diperhatikan dunia luar adalah apakah sekarang ini yang menjadi masa puncak, atau masih akan meningkat lagi? Kepala Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) Victor Wang menyampaikan, CECC memperkirakan bahwa hari ini seharusnya menjadi puncaknya, tetapi masih ada kemungkinan untuk lebih tinggi, jika kita melihat perkiraan yang terlalu rendah, puncaknya akan jatuh pada akhir September dan awal Oktober, dan jika masih terus meningkat maka titik tertinggi akan jatuh pada pertengahan Oktober.



Sumber Berita:RTI
Editor:曾秀情

Klaim Asuransi Pencegahan Pandemi Tembus NT$100 Miliar

Klaim Asuransi Pencegahan Pandemi Tembus NT$100 Miliar (foto: CNA)

(Taiwan, ROC) – Seiring dengan epidemi COVID-19 domestik Taiwan mengarah pada hidup berdampingan dengan virus, kemudian akan segera dibukanya pintu perbatasan negara, apakah dengan demikian penambahan kasus COVID-19 dalam negeri akan terus meningkat berkaitan dengan pergerakan bidang usaha asuransi dalam negeri Taiwan. Berdasarkan data terbaru dari Komisi Pengawas Keuangan (FSC), perusahaan asuransi dalam negeri Taiwan telah membayar klaim pencegahan epidemi sebesar NT$84,096 miliar, klaim vaksinasi NT$22,944 miliar, dengan demikian totalnya pembayaran klaim kedua ini sudah menembus angka seratus miliar, mencapai NT$107,041 milyar. Kebanyakan warga Taiwan mengklaim dua jenis asuransi ini sehingga sudah 3 perusahaan asuransi telah menyelesaikan penambahan modalnya.

Berdasarkan data yang diumumkan, hingga tanggal 26 September 2022, jumlah yang membeli asuransi COVID-19 umum mencapai 4,85 juta lebih orang dengan pemasukan biaya asuransi sebesar NT$4,521 miliar, sedangkan pemegang asuransi yang mengajukan klaim mencapai 2,19 juta lebih pasien, dengan total pembayaran klaim mencapai NT$84,096 miliar. Untuk tahun 2022 ini saja kumulasi pembayaran klaim sudah mencapai 19 kali lipat pemasukan asuransi. Selain itu untuk asuransi vaksinasi sebanyak 2,41 juta pemegang polis dengan pemasukan biaya asuransi sebesar NT$1,014 miliar, sedangkan jumlah yang mengklaim sebanyak 552 ribu kasus dengan total pembayaran klaim sebesar NT$2,29 miliar. Kumulasi pembayaran klaim asuransi vaksinasi pencegahan epidemi sebesar 22 kali lipat dari pemasukan, klaim untuk satu minggu terakhir ini saja mencapai 43 ribu lebih.

Menanggapi jumlah klaim yang begitu besar, Perusahaan Asuransi Cathay Century dan China Trust telah 2 kali mengajukan penambahan modal, Perusahaan Asuransi Fubon mengajukan penambahan modal sebesar NT$15 miliar, dan Tokio Marine Newa Insurance mengajukan permohonan penambahan modal sebesar NT$14,7 miliar yang kesemuanya telah disetujui oleh FSC, kecuali Tokio Marine, tiga perusahaan asuransi lainnya telah menyelesaikan prosedur penambahan modal.

 



Sumber Berita:RTI
Editor:鄭蕙玲

Kebijakan Baru Karantina Diberlakukan 29/9 PM Su Tseng-chang Tinjau Bandara Taoyuan

Kebijakan Baru Karantina Diberlakukan 29/9 PM Su Tseng-chang Tinjau Bandara Taoyuan

(Taiwan, ROC) – Sebagai persiapan pembukaan pintu perbatasan dengan kebijakan karantina yang baru yang akan diberlakukan mulai tanggal 29 September 2022, kuota jumlah orang yang masuk ke Taiwan dinaikkan menjadi 60 ribu orang per minggu, menghapus pemeriksaan PCR dengan air liur, dan untuk karantina tetap menggunakan “3+4” dengan 3 hari pertama diubah menjadi “1 orang 1 ruang”. Perdana Menteri Su Tseng-chang hari ini (28/9) melakukan inspeksi ke Bandara Internasional Taoyuan untuk memahami persiapan pengaturan alur gerak, taksi pencegahan pandemi serta perencanaan karantina. PM Su Tseng-chang juga mengucapkan terima kasih kepada petugas yang berada di garis terdepan pintu negara, serta meminta mereka untuk lebih fleksibel dalam menghadapi situasi sehingga dapat membuka pintu negara dengan tetap mempertahankan hasil dari pencegahan pandemi.



Sumber Berita:RTI
Editor:曾秀情

Partai KMT Meminta Permohonan Maaf PM Su Atas Kematian Warga Akibat COVID-19

Partai KMT Meminta Permohonan Maaf PM Su Atas Kematian Warga Akibat COVID-19

(Taiwan, ROC) --- Rapat Yuan Legislatif resmi digelar pada tanggal 23 September 2022 pekan kemarin. Namun demikian, anggota Partai Kuomintang (KMT) melakukan pemboikotan saat Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) menyampaikan pidatonya. Pemboikotan dilakukan atas dasar tidak puas terhadap pengadaan vaksin, serta pemerintah dinilai telah gagal dalam mencegah penyebaran epidemi dan pencorengan reputasi Yayasan Buddha Tzu Chi.

Setelah dilakukan negosiasi antara partai penguasa dan oposisi, maka disetujui untuk mengundang kembali PM Su pada Selasa hari ini. PM Su juga diminta untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada warga Taiwan yang harus meninggal karena wabah COVID-19

Saat ditemui hari ini, PM Su menyampaikan, situasi dunia menjadi tidak terkendali karena wabah COVID-19, terutama dalam 2 tahun belakangan. Meski demikian, Taiwan memiliki tim pencegahan epidemi, serta peraturan ketat, yang mampu membentengi masyarakatnya. Kepada mereka yang harus kehilangan nyawa karena terpapar COVID-19, PM Su menyatakan penyesalannya.

PM Su mengatakan, “Kami sangat menyesal dan sedih. Kami akan sungguh-sungguh dan rendah hati untuk meninjau serta melihat kembali kinerja yang sudah ada. Kami akan memaksimalkan yang terbaik.”

Baru-baru ini, media elektronik “Formosa” merilis jajak pendapat terbaru, yang memperlihatkan kepuasan warga terhadap kinerja pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) dan PM Su yang meningkat pada bulan September ini.

Menanggapi hasil survei di atas, PM Su menyampaikan bahwa kepentingan masyarakat harus dijaga sepenuhnya dalam seluruh aspek penyelenggaraan pemerintahan. Meski sulit untuk memuaskan setiap pihak, tetapi pemerintah akan melakukan yang terbaik.

PM Su menambahkan, pemerintah akan terus meningkatkan kinerja mereka, dan dengan rendah hati mengevaluasi seluruh ketidakpuasan yang ada, dengan harapan dapat membuat segalanya lebih baik lagi.



Sumber Berita:RTI
Editor:尤繼富

PM Su Tseng-chang: Akhirnya Memasuki Masa Terakhir Berakhirnya Pandemi

PM Su Tseng-chang: Akhirnya Memasuki Masa Terakhir Berakhirnya Pandemi

(Taiwan, ROC) -- Rapat Yuan Eksekutif period ke-10 sesi ke-6 yang pembukaannya berlangsung hari ini 23 September, Perdana Menteri Su Tseng-chang memimpin menteri-menteri dari berbagai kementerian untuk memberikan laporan pelaksanaan kebijakan. 

Terkait dengan kebijakan pelonggaran perbatasan, PM Su Tseng-chang dalam laporan tertulis menyampaikan, pemerintah telah mengumumkan penerapan karantina pendatang yang masuk ke Taiwan dari 3+4 menjadi menggunakan 1 ruang untuk 1 orang secara menyeluruh mulai tanggal 29 September, selain itu juga menghapus PCR dengan air liur, serta memulihkan kembali bebas visa untuk negara yang sebelumnya diberlakukan bebas visa. Melalui pengamatan selama seminggu, apabila dapat mengendalikan epidemi dengan baik maka setelah 2 minggu baru akan resmi memberlakukan tahap kedua yaitu memberlakukan pelaksanaan 0+7 bagi mereka yang masuk ke Taiwan, berharap pandemi dapat benar-benar berakhir sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan kehidupan normal sepenuhnya, berbagai industri dapat kembali berkembang, dan Taiwan kembali dapat menyambut wisatawan manca negara dengan tangan terbuka.

Perdana Menteri Su Tseng-chang dalam wawancara juga menyampaikan, terima kasih atas kerja sama dan kebersatuan serta jerih payah dari seluruh masyarakat Taiwan, begitu pula dengan kerja keras para medis yang berada di garis terdepan selama 2 tahun lebih ini, Taiwan akhirnya dapat berjalan hingga ke ujung berakhirnya pandemi, meskipun belakangan ini penambahan kasus kembali merebak, tetapi Taiwan dapat mengendalikannya dengan baik.

Namun, Su Tseng-chang juga mengingatkan, perubahan yang terjadi dalam pandemi internasional untuk itu masyarakat lokal juga harus mematuhi dan bekerja sama untuk melakukan tindakan pencegahan agar dapat menjamin kesehatan bersama.



Sumber Berita:RTI
Editor:陳柏萇

TOP AUTHORS

0 KIRIMAN0 KOMENTAR
0 KIRIMAN0 KOMENTAR
934 KIRIMAN0 KOMENTAR
0 KIRIMAN0 KOMENTAR
1501 KIRIMAN0 KOMENTAR
1365 KIRIMAN0 KOMENTAR
461 KIRIMAN0 KOMENTAR
1099 KIRIMAN0 KOMENTAR
19786 KIRIMAN0 KOMENTAR
1310 KIRIMAN0 KOMENTAR
1018 KIRIMAN0 KOMENTAR
1028 KIRIMAN0 KOMENTAR
2353 KIRIMAN0 KOMENTAR
0 KIRIMAN0 KOMENTAR
0 KIRIMAN0 KOMENTAR
0 KIRIMAN0 KOMENTAR
0 KIRIMAN0 KOMENTAR
0 KIRIMAN0 KOMENTAR
0 KIRIMAN0 KOMENTAR
0 KIRIMAN0 KOMENTAR
0 KIRIMAN0 KOMENTAR
0 KIRIMAN0 KOMENTAR
0 KIRIMAN0 KOMENTAR
- Advertisment -

Most Read

Jumlah Kasus COVID-19 Taiwan, 18 November 2022

Jumlah Kasus COVID-19 Taiwan, 18 November 2022 (Sumber foto: CECC)

Melalui konferensi pers yang digelar pada hari ini (18/11), Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) mengumumkan adanya penambahan kasus positif COVID-19 sebanyak 18.003 orang, yang terdiri dari 17.952 kasus dalam negeri, serta 51 kasus dari luar negeri, dan 58 kasus meninggal dunia.



Sumber Berita:RTI
Editor:陳柏萇

Taiwan Berikan Momentum Dalam Transisi Global Menuju Emisi Nol Bersih

Chang Tzi-chin, Menteri Lingkungan Hidup

(Taiwan, ROC) -- Dunia telah memulai transisi ke emisi nol bersih. Pendekatan inovatif untuk kerja sama internasional yang disorot dalam Perjanjian Paris, yang menyerukan kerja sama luas oleh semua negara untuk memenuhi target pengurangan global, secara bertahap mulai terbentuk. Taiwan bersedia dan mampu bekerja sama dengan mitra internasional untuk bersama-sama mencapai transisi nol bersih, memobilisasi aksi iklim global, dan memastikan lingkungan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

 

Sebagai ekonomi terbesar ke-21 di dunia, Taiwan memiliki pengaruh penting terhadap kemakmuran dan stabilitas ekonomi di kawasan Indo-Pasifik. Secara khusus, industri semikonduktor Taiwan menempati posisi penting dalam rantai pasokan internasional. Sektor industri ini secara aktif mengurangi penggunaan sumber daya energi dalam proses produksi dengan mengembangkan teknologi dan metode baru. Inovasi semikonduktor yang terus berkembang di Taiwan telah menawarkan banyak aplikasi pintar melalui perangkat elektronik dan mempromosikan penghematan energi global.

 

Taiwan sedang melakukan upaya iklim yang substansial dan dengan giat memajukan transisi energi. Hingga Mei 2022, kapasitas energi terbarukan secara kumulatif telah mencapai 12,3 GW, peningkatan signifikan sebesar 60 persen dari tahun 2016. Dari tahun 2005 hingga 2020, PDB (produk domestik bruto) Taiwan tumbuh sebesar 79 persen.  Dalam periode yang sama, intensitas emisi gas rumah kaca turun 45 persen, menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi telah terpisahkan dari emisi gas rumah kaca.

 

Pada Hari Bumi tanggal 22 April 2021, Presiden Tsai Ing-wen mengumumkan, Taiwan bertujuan untuk mencapai emisi nol bersih pada 2050. Pada Maret 2022, pemerintah menerbitkan pedoman “Langkah Taiwan menuju Emisi Nol Bersih pada tahun 2050”. Pedoman tersebut menguraikan empat strategi transisi utama di sektor energi, industri, gaya hidup, dan masyarakat, berdasar pada dua tata kelola dari "penelitian dan pengembangan teknologi (research and development/R&D)" dan “undang-undang iklim”.

 

Strategi tersebut dilengkapi dengan 12 sub strategi utama, yaitu tenaga angin dan matahari; hidrogen; energi inovatif; sistem tenaga dan penyimpanan energi; konservasi dan efisiensi energi; penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon; kendaraan bebas karbon dan listrik; daur ulang sumber daya dan nol limbah; penyerap karbon alami;  gaya hidup hijau; keuangan hijau; dan transisi keadilan. Dengan mengintegrasikan sumber daya antarpemerintah, Taiwan akan mengembangkan rencana langkah demi langkah untuk mencapai targetnya.

 

Dalam membangun fondasi R&D teknologi yang diperlukan untuk mencapai transisi nol bersih, Taiwan akan fokus pada lima bidang, yaitu energi berkelanjutan, rendah karbon, sirkularitas, negativitas karbon, dan pengetahuan sosial. 

Undang-Undang Pengurangan dan Pengelolaan Gas Rumah Kaca sedang diamandemen dan akan diganti namanya menjadi Undang-Undang Penanganan Perubahan Iklim. Amandemen tersebut akan menjadikan emisi nol bersih pada tahun 2050 sebagai target nasional jangka panjang, meningkatkan efektivitas tata kelola iklim, meningkatkan adaptasi perubahan iklim, memperkuat keterbukaan informasi dan partisipasi publik, serta memperkenalkan mekanisme penetapan harga karbon.  Undang-undang tersebut akan memberikan insentif ekonomi untuk mengurangi emisi, memandu pertumbuhan hijau rendah karbon, dan berkontribusi dalam menyelesaikan undang-undang tata kelola iklim nasional. 

 

Visi jangka panjang Taiwan untuk tahun 2050 adalah menjadikan transisi ke emisi nol bersih sebagai kekuatan baru pembangunan nasional. Dengan menciptakan strategi transisi dan tata kelola pemerintahan yang kompetitif, sirkular, berkelanjutan, tangguh, dan aman, Taiwan akan merangsang pertumbuhan ekonomi, mendorong investasi swasta, menciptakan lapangan kerja ramah lingkungan, mempromosikan kemandirian energi, dan meningkatkan kesejahteraan sosial.

 

Namun, karena faktor politik, Taiwan dikeluarkan dari organisasi internasional dan tidak dapat berpartisipasi secara substantif dalam diskusi tentang isu-isu iklim global. Sulit bagi Taiwan untuk tetap mengikuti perkembangan saat ini dan melaksanakan tugas terkait dengan benar. Hal ini akan menciptakan kesenjangan dalam tata kelola iklim global. 

Taiwan memiliki sumber energi mandiri yang terbatas dan sistem ekonomi yang berorientasi pada perdagangan luar negeri. Jika tidak dapat terhubung dengan mulus dengan mekanisme kerja sama internasional di bawah Perjanjian Paris, ini tidak hanya akan mempengaruhi proses industri hijau Taiwan, tetapi juga akan merusak stabilitas rantai pasokan internasional. 

 

Di bawah ancaman langkah penyesuaian pembatasan karbon, daya saing Taiwan secara keseluruhan akan sangat terpukul jika tidak dapat berpartisipasi secara adil dalam mekanisme pengurangan emisi internasional. Hal ini juga akan melemahkan efektivitas kerja sama internasional dan melemahkan perekonomian global.

 

Upaya transisi ke emisi nol bersih adalah tanggung jawab bersama generasi ini yang tak terhindarkan. Target ini hanya mungkin tercapai jika masyarakat internasional bekerja sama. Dengan semangat pragmatis dan profesional, Taiwan bersedia memberikan kontribusi nyata untuk mengatasi perubahan iklim global. 

 

Pandemi COVID-19 telah menunjukkan bahwa apa pun situasinya, Taiwan memiliki potensi besar untuk berkontribusi kepada dunia dengan cara yang sangat membantu. Taiwan harus diberi kesempatan yang sama untuk bergabung dengan mekanisme kerja sama internasional dalam menanggapi perubahan iklim. Kami berharap komunitas internasional bisa mendukung Taiwan untuk berpartisipasi secara cepat, adil, dan bermakna.



Sumber Berita:RTI
Editor:曾秀情

PM Su: Pandemi Belum Usai, Warga Harus Tetap Menerapkan Pencegahan Epidemi

PM Su: Pandemi Belum Usai, Warga Harus Tetap Menerapkan Pencegahan Epidemi

(Taiwan, ROC) --- Virus COVID-19 terus bermutasi. Meski penularan varian BA.5 mulai melambat, tetapi kasus lokal yang berasal dari dua varian baru kembali meningkat, masing-masing adalah varian BF.7 dan XBB.

Anggota legislator Partai Progresif Demokratik (DPP), Wu Chi-ming (吳琪銘) menaruh perhatian yang mendalam akan hal ini, kemudian mempertanyakan kemungkinan dari varian ini akan menjadi gelombang penularan berikutnya dan bagaimana sikap pemerintah dalam merespons.

Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) menyampaikan, pencapaian penanggulangan epidemi Taiwan saat ini adalah semata-mata berkat kerja sama seluruh warga Taiwan. Di samping itu, upaya keras yang dilakukan oleh Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) juga telah mendapat pengakuan dari dunia luar.

Hal ini juga akan memperlihatkan kepada dunia internasional potensi yang dimiliki Taiwan sebagai satu negara yang berada di bahtera kapal yang sama.

PM Su menambahkan, era pandemi telah memasuki tahap baru. Kontrol di pintu perbatasan juga sudah diperlonggar, sehingga wisatawan asing dan warga Taiwan dapat melakukan aktivitas wisata tanpa perlu lagi menjalani prosedur karantina.

Seluruh masyarakat menantikan pelonggaran-pelonggaran di atas, yang juga disertai dengan pedoman “new normal”. Meski demikian, PM Su juga kembali mengingatkan kepada warga Taiwan untuk senantiasa menerapkan tindakan pencegahan epidemi.

PM Su mengatakan, “Saat ini kita bisa dengan cepat untuk kembali berinteraksi seperti masa sebelum pandemi terjadi. Meski pembatasan secara internasional mulai dicabut, tetapi situasi pandemi secara keseluruhan belum benar-benar tuntas. Kami masih memiliki kebijakan penanggulangan pandemi, serta terus mendorong agar masyarakat luas untuk segera menuntaskan penyuntikan vaksin. Secara bertahap kami akan memperlonggar pengetatan yang ada. Saya minta kepada seluruh warga untuk bekerja sama menjadikan Taiwan lebih baik lagi.”

Saat ditanya oleh anggota legislator Partai Kuomintang perihal kapan “Jalur Tiga Hubungan Langsung” akan dipulihkan, mengingat saat ini Jembatan Kinmen telah diresmikan? PM Su menjawab, masyarakat bersama pemerintah tentu mendukung dan menantikan “Jalur Tiga Hubungan Langsung” akan kembali diaktifkan.

Selain itu, Ketua Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC), Chiu Tai-san (邱太三) lebih lanjut menjelaskan, saat ini ada 705 personel yang ditempatkan di Kinmen dan Matsu, untuk bagian imigrasi, keamanan dan karantina. Kecamuk epidemi COVID-19 dalam kurun 3 tahun belakangan belum benar-benar tuntas. Namun demikian, anggota Komite Dalam Negeri akan berkunjung ke sana pada tanggal 2 November 2022.

Chiu Tai-san menuturkan, personil relevan yang ditempatkan di Fuzhou hingga hari ini belum aktif kembali, setelah dipindahtugaskan pada tahun 2020 silam. Jika tidak ada personil relevan yang berada di pintu perbatasan Fuzhou, maka “Jalur Tiga Hubungan Langsung” akan sulit pulih kembali.



Sumber Berita:RTI
Editor:尤繼富

Warga Berangkat ke Jepang, Medigen Beri Layanan Pemeriksaan PCR di 26 RS Rujukan

Vaksin Medigen (foto: CNA)

(Taiwan, ROC) Medigen Vaccines Biologics Corporation kemarin mengeluarkan pers rilis dan menyampaikan, bagi warga yang membutuhkan dan memenuhi persyaratan diminta untuk melampirkan 3 dokumen diantaranya kartu asuransi kesehatan nasional, sertifikat vaksin atau surat bukti keterangan vaksinasi digital (asli dan fotokopi), dan tiket ke Jepang dalam kurun waktu 72 jam (asli dan fotokopi) untuk menjalani pemeriksaan PCR di rumah sakit rujukan.

 

Medigen menyediakan layanan pemeriksaan PCR di 26 rumah sakit diantaranya untuk kawasan Utara ada Taipei Medical University Hospital, Keelung Hospital, Taipei Hospital, Lo Sheng Sanatorium and Hospital, Taoyuan General Hospital, Miaoli General Hospital; untuk kawasan Tengah diantaranya ada China Medical  University Hospital, Feng Yuan Hospital, Taichung Hospital, Changhua Hospital, Nantou Hospital dan Tsao Tun Psychiatric Center.

 

Sementara untuk kawasan selatan mencakup Kaoshiung Medical University Chung Ho Memorial Hospital, Chia Yi Hospital, PuZi Hospital, Tainan Hospital, Sinying Hospital, Chest Hospital, Chishan Hospital, Pingtung Hospital, Heng Chun Tourism Hospital; serta kawasan Taitung ada Hualien Hospital, Yuli Hospital, Taitung Hospital dan kawasan luar pulau ada Kinmen Hospital dan Penghu Hospital.

 

Bagi warga yang akan berangkat ke Jepang terkait dengan rincian konsultasi dan layanan pemeriksaan PCR, sudah diumumkan dan terpasang dalam situs resmi perusahaan Medigen, bagi warga yang memerlukan dan memenuhi persyaratan maka bisa menghubungi pusat informasi dari masing-masing rumah sakit, dan disesuaikan dengan prosedur yang berlaku untuk melakukan reservasi.

 



Sumber Berita:RTI
Editor:鄭蕙玲